Laporkan Masalah

Formula alternatif Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2009

RUBA, Merryquin Mole, Dr. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menyusun formula Alokasi Dana Desa (ADD) yang baru dengan menggunakan variabel karakteristik desa, variabel-variabel yang berhubungan dengan pembangunan manusia seperti variabel ekonomi, pendidikan dan kesehatan, variabel keterjangkauan dan jumlah PBB yang dihasilkan oleh masing-masing desa, serta variabel jumlah komunitas desa yang ada di Kabupaten Ngada, serta menghitung ketimpangan fiskal antardesa setelah dibuatnya formula tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Ngada, Badan Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPPMD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pendidikan Nasional, Dinas Kesehatan, Dinas Pendapatan, Dinas Sosial dan Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Ngada. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 macam, yaitu formula ADD yang disesuaikan dengan Surat Mendagri Nomor 140/640/SJ Tahun 2005 perihal Alokasi Dana Desa dari Pemerintah Kabupaten/Kota kepada Pemerintah Desa, sedangkan untuk menghitung ketimpangan antardesa menggunakan Indeks Williamson. Penetapan bobot variabel penentu bobot desa dilakukan secara simulasi selama enam simulasi untuk mencari bobot variabel yang memberikan nilai rata-rata Indeks Williamson terkecil yang menggambarkan semakin meratanya pendistribusian pembagian Alokasi Dana Desa untuk tiap desa di Kabupaten Ngada. Dari hasil penelitian menetapkan simulasi pertama sebagai bobot variabel karena menghasilkan nilai rata-rata Indeks Williamson terkecil. Formula ADD dibagi dalam tiga Alternatif di mana untuk Jumlah ADD Alternatif 1 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Ngada No. 3 Tahun 2007 tentang ADD. Berdasarkan alternatif 2 dengan asumsi bahwa menggunakan DAU murni setelah di kurangi belanja pegawai, alternatife 3 bahwa ADD yang dianggarkan sesuai dengan amanat Pasal 68 Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 tentang Desa. Dari hasil perhitungan berdasarkan PP No. 72 Tahun 2005 maka dana untuk alokasi perimbangan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dalam bentuk ADD di Kabupaten Ngada adalah sebesar Rp14, 855,985,405 akan tetapi jumlah anggaran yang di gunakan untuk alokasi dana desa pada tahun 2007 hanya sebesar Rp7.608.075.954 dan masih terdapat sisahnya sebesar Rp7,247,909,451. Dan jumlah ADD yang dianggarkan tiap desa jumlahnya bervariasi. Hasil dari ketiga formula alternatif tersebut memberikan gambaran semakin meratanya pendistribusian ADD dan semakin mengecilnya ketimpangan antardesa.. Selain itu dengan menggunakan uji ketimpangan fiskal horisontal dilihat dari nilai Indeks Williamson masing-masing desa yang lebih banyak mendekati angka 0 (nol) apabila dibandingkan dengan jumlah ADD Tahun 2007, meratanya pendistribusian ADD juga terlihat dengan menurunnya rata-rata nilai Indeks Williamson dari 0,0387 menjadi 0,0084.

The purpose of the study is build the new formula for the Sub-distrtrict Fund Allocation (Alokasi Dana Desa or ADD) using variables of sub-district characteristics and variable related with human development such as economic,educational and health variable. The formula also used the variable of affordability and land and building taxation produced by each sub-districts, and variables related with sub-district community size in Ngada regency. It was also aimed at calculating the fiscal inequality among the sub-districts after the formula building. The data of the research composed of secondary data which derived from Badan Pusat Statistik (BPS) or Central Statistic Body of Ngada regency, Badan Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPPMD) or The Body of sub-district Community Empowerment Development, Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPEDA) or The Body of Local Developmental Planning, Natural Educational Service, Health Service, Revenue Service, Sosial Service and the Financial Division of Local Secretary of Ngada regency. The analysis tools of the research consisted of 2 types, ADD formula adapted to the official statement of the Minister of Domestic Affairs No. 140/640/SJ of 2005 on Subdistrict Fund Allocation From Regency/ Municipality Authorities to subdistrict ones, while the ineguality among sub-districts was calculated using Wiliamson Index. The determination of variable weight of sub-districts was conducted by was of simulation for six simulations to find the variable weight which yield the smallest Williamson Index mean which in turn illustrated the increasingly equal distribution of variable weight of sub-districts was conducted by was of simulation for six simulations to find the variable weight which yield the smallest Williamson Index mean which in turn illustrated the increasingly equal distribution of Sub-district Fund Allocation to each sub-district in Ngada Regency. The result indicated that the first simulation was determined as the variable weight because it producted the smallest Williamson Index mean. ADD formula was divided into thee alternative, being the first alternative was the sum of ADD on the basis of Ngada Regents verdict No. 3 of 2007 concerning ADD The sums of ADD budgeted for sub-districts were varied. The second alternative was the sum of ADD budgeted from DAU Murni after subtracting by officers expenditure. The third alternative was adhered to Article 68 of Government Regulation No.72 of 2005 on sub-district. The second ADD formula produced the lowest fund allocation of Rp 70.065.148.75 for each sub-district, while the third alternative yielded the lowest fund of Rp72.336.353.62. The results of the three alternatives illustrated the increasing equality of ADD distribution and the reduced inequality among the sub-districts. In addition, using the inequality test of horizontal fiscal, Williamson Index for each sub-districts was nearly 0 (Zero) compared to the sum of ADD in 2007. The equal distribution of ADD can also be seen from the reduced value mean of Williamson index from 0.0387 to 0.0084.

Kata Kunci : Alokasi dana desa,Pembangunan manusia,Ketimpangan fiskal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.