Perbandingan penerapan fuzzy logic dengan regresi berganda dalam penentuan nilai intrinsik saham properti dan real estat di Bursa Efek Indonesia
ISWATI, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, M.B.A
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenilaian saham sangat penting bagi investor untuk memilih saham-saham yang dinilai terlalu rendah (undervalued) agar diperoleh keuntungan lebih. Akan tetapi sulit untuk menggunakan hasil penilaian saham tersebut karena model yang berbeda menghasilkan estimasi nilai yang berbeda untuk saham yang sama. Oleh karena itu disarankan untuk menggunakan lebih dari satu model penilaian dalam menilai saham. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai intrinsik saham properti dan real estat di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan model logika fuzzy dan model regresi berganda serta membandingkan kinerja dari kedua model. Data yang digunakan adalah data panel dengan sampel 25 emiten properti dan real estat periode 2003 – 2007. Variabel yang digunakan dalam model adalah harga saham penutupan, nilai buku ekuitas per saham, return on equity, leverage ratio dan beta saham. Metode analisis yang digunakan adalah model logika fuzzy dengan metode Mamdani sebagai metode inferensinya, serta model regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode defuzzifikasi yang menghasilkan estimasi nilai intrinsik yang paling baik adalah metode centroid, sedangkan untuk regresi data panel maka model yang paling baik adalah fixed effect. Dari perbandingan kinerja kedua model tersebut menggunakan indikator R2, adjusted R2, RMSE, MAPE, MAE dan ketepatan prediksinya diperoleh bahwa model regresi berganda lebih superior dibanding dengan model logika fuzzy.
Stock valuation is very important for fundamental investors in order to select undervalued stocks so as to earn excess profits. However, it may be difficult to use stock valuation results, because different models generate different estimates for the same stock. Therefore, it is suggested to use more than one valuation model. This study has objective to determining the intrinsic value of property and real estate stocks listed in Indonesia Stock Exchange by using fuzzy logic model and multiple regression model, then comparing the performance of the two models. Panel data is used with sample of 25 stock issuers during period of 2003 to 2007. Variable used in this model are closing price, book value equity per share, return on equity , leverage ratio and beta. This study uses the Mamdani’s fuzzy inference method and the multiple regression model for determining intrinsic value of stocks. The performances of the two models are compared in following measurements: R2, adjusted R2, RMSE, MAPE, MAE, and the accuracy of their predictions. This study finds that when fuzzy logic model is used, defuzzification that results in best prediction is the one using Centroid Method. The comparison between multiple regression model and fuzzy logic model use those measurements shows that the fixed effect regression model is superior.
Kata Kunci : Penilaian saham,Nilai intrinsik,Logika fuzzy,Defuzzifikasi,Fixed effect,stock valuation, intrinsic value, fuzzy logic, defuzzification