Laporkan Masalah

Strategi peningkatan pendapatan asli daerah dalam melaksanakan otonomi daerah di Kabupaten Gorontalo 2001 sampai 2006

GULE, Farid M, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur derajat otonomi fiskal, mengukur kinerja penerimaan PAD, mengidentifikasi sumber-sumber PAD yang potensial serta menentukan strategi peningkatan pendapatan daerah di Kabupaten Gorontalo dalam rangka otonomi daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer (primary data) dan data sekunder (secondary data). Data primer diperoleh dari pengamatan langsung kepada pengelola pajak dan keuangan di Kabupaten Gorontalo. Data sekunder yakni data-data yang berkaitan dengan obyek yang diteliti yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Gorontalo. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama tahun 2001-2006 atau selama otonomi daerah kemampuan keuangan Kabupaten Gorontalo relatif kecil, artinya daerah belum mampu membiayai pengeluaran pembangunan yang berasal dari pendapatan daerah sendiri dan masih mengandalkan bantuan pemerintah pusat, hal tersebut ditandai oleh DDF (derajat desentralisasi fiskal) rata-rata sebesar 4,93%, DDP (derajat desentalisasi perpajakan) rata-rata sebesar 5,69%, dan DDB (derajat desentralisasi bantuan) rata-rata sebesar 86,63%. Kinerja administrasi pengumpulan PAD yang diukur berdasarkan tingkat efektifitas dan efisiensi memiliki tingkat efektifitas rata-rata sebesar 91,86%, dan tingkat efisiensi ratarata sebesar 11,06%. PAD, Pajak daerah, dan retribusi daerah cukup elastis terhadap perubahan PDRB, elatistasitas PAD sebesar 2,43, elastisitas pajak daerah 1,71, dan elastisitas retribusi daerah 1,54. Pajak daerah memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 18,51% dan retribusi daerah rata-rata sebesar 16,23%, kontribusi PAD masih dapat ditingkatkan lagi melalui strategi pemanfaatan potensi yang tersedia. Berdasarkan evaluasi strategi, maka pemerintah perlu mengembangkan sektor pariwisata dan memanfaatkan informasi teknologi guna meningkatkan kemampuan keuangan daerah.

The study aim to measure degree of fiscal autonomy, measuring of acceptance PAD performance, identifying potential source PAD and also determine the strategy of make-up of local revenue the Gorontalo Regency on the order to local autonomy. Data used in this research is primary data and data secondary data. Primary data obtained from direct observation to organizer of Iease and finance in Gorontalo of Regency. Data Sekunder namely data of related to accurate obyek obtained from Statistical Center board and Revenue, Monetary, and Asset of Regency Gorontalo board. Result of analysis indicate that during year 2001-2006 or during local autonomy of ability of finance of Gorontalo Regency is relative minimize, its meaning is local not yet able to defray the development expenditure coming from local revenue and still rely on the central government grant, the mentioned by DDF ( degree of fiscal decentralization) mean of equal to 4,93%, DDP (degree of desentalisasi taxation) mean of equal to 5,69%, and DDB (degree of grant decentralization) mean of equal to 86,63%. Performance Administration of gathering PAD measured by pursuant to storey; effectiveness and efficiency level of effectiveness mean of equal to 91,86%, and mount the mean efficiency of equal to 11,06%. PAD, local taxation, and local retribution of elastic enough to change PDRB, elatistasitas PAD of equal to 2,43%, elasticity of local taxation 1,71, and elasticity of local retribution 1,54. Local taxation own the mean growth of equal to 18,51% and retribution of mean equal to 16,23%, contribution PAD admit of improved again through available potency exploiting strategy. Pursuant to strategy evaluation, hence government require to develop the tourism sector and exploit the technological information utilize to improve the ability of local finance.

Kata Kunci : Pendapatan asli daerah,Kinerja keuangan,Derajat disentralisasi,Efektivitas,Efisiensi, Local original revenue. Performance financing, decentralization level, effectiveness, efficiency


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.