Tinjauan hukum terhadap perlindungan istri dan pembagian harta warisan dalam perkawinan poligami menurut UU No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam :: Studi kasus Dusun Dampit, Mertoyudan, Magelang
MARY, Dina, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, SH., MH
2008 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian mengenai tinjauan hukum terhadap perlindungan istri dan pembagian harta warisan dalam perkawinan poligami menurut Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan kompilasi hukum islam ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peranan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan kompilasi hukum islam dalam melindungi hak – hak istri dan pembagian harta warisan dalam perkawinan poligami yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis normatif dengan mempergunakan data sekunder yang diperoleh dari bahan-bahan pustaka melalui studi dokumen, sedangkan untuk melengkapi data penelitian ini dipergunakan juga penelitian lapangan. Data yang telah dikumpulkan di analisis secara kualitatif dan dibuat dalam bentuk laporan penelitian yang bersifat deskriptif. Latar belakang status ekonomi yang lemah dan tingkat pendidikan yang rendah mempengaruhi pemahaman masyarakat terhadap Undang–Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Khususnya pada perkawinan poligami yang terjadi di Dusun Dampit, kepentingan istri dalam memperoleh hak– haknya tidak dapat melindungi, khususnya apabila perkawinan poligami dilakukan tanpa ada pencatatan oleh lembaga pernikahan yang berwenang (KUA). Berkaitan dengan pembagian harta warisan pada perkawinan dimaksud, penyelesaian kesepakatan umumnya didasarkan pada ketentuan pasal 183 Kompilasi Hukum Islam, yang mendukung dilaksanakannya metode pemikiran qiyas.
The study on law perspective of protection on wife and the right of heritance on polygamous marriage according to Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 and the compilation of moslem law is conducted by the purpose of observing the role of Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 and the compilation of meslem law on protecting the rights of wife and her heritance on polygamous marriage occured among society. The study uses a normative yuridical method by applying secondary data on documents research, as to complete the data, field research conducted as well. Data collected ia analyzed qualitatively and presented on a descriptive report. Having background of law economic and academic status, society has bad misleading interpretation toward Undang–undang Nomor 1 Tahun 1974 and the Compilation of Moslem Law. On polygamous marriage occurred on Dusun Dampit, the rights of wife has not been protected, especially one which not being recorded to authorized state board (KUA). On the occasion of heritance upon polygamous marriage, the right of wife conducts to agreement based on article 183 of the Compilation of Moslem Law which referring to qiyas method established.
Kata Kunci : Perlindungan istri,Pembagian harta warisan,Protection on Wife, The Right of Heritance