Tanggung jawab Perum Pegadaian Syariah Kantor Cabang Solo Baru terhadap obyek gadai
ABDULLAH, Rahmat Yunianto, Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, SH.,MH
2008 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mengenai tanggung jawab perum pegadaian syariah dalam memberikan ganti rugi kepada nasabah (rahin), serta upaya yang dilakukan oleh pegadaian syariah ketika nasabah (rahin) tidak mampu memenuhi kewajibannya ketika sudah jatuh tempo. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yaitu menitikberatkan pada penelitian kepustakaan serta dilengkapi dengan penelitian di lapangan. Analisis data dilakukan dengan cara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab perum pegadaian syariah, menurut aturan yang berlaku selama ini sebesar 125% dari harga taksiran jika rusak seluruhnya atau hilang dan 125% selisih dari harga taksiran dan kerusakan. Akan tetapi dalam praktiknya pemberian ganti rugi tidak selalu diberikan dalam bentuk uang, tetapi dapat berupa barang jika nasabah (rahin) menginginkannya. Upaya yang dilakukan pihak pegadaian syariah ketika sudah jatuh tempo dan nasabah (rahin) tidak mampu menunaikan kewajibannya dengan mengambil langkahâ€langkah penyelesaian yang mengedepankan musyawarah atau kekeluargaan, yang artinya tidak langsung melelang obyek gadai. Akan tetapi jika tidak bisa melalui musyawarah, maka pihak pegadaian syariah mengambil tindakan dengan melelang obyek gadai sebagai langkah terakhir.
This research aims to get comprehension of Sharia Pawnshop Public Company responsibility in give compensation to customer (rahin), also the efforts of Sharia Pawnshop when customer (rahin) can’t fulfil the duty when fall due. This research is normative research, that is emphasizing in a library research which is completed with a practice at field . Data analysis is done by qualitative and presented descriptively. Research result shows that responsibility sharia pawnshop public company, follow operative rule during the time as big as 125% from estimation price if brokens entire or lost and 125% difference from estimation price and damage. But in practice gift changes to lost not always given in the form of money, but can be in the form of goods if customer (rahin) wish for it. Sharia Pawnshop’s efforts when fall due and customer (rahin) doesnʹt fulfil the duty with take completion steps that put forward discussion or kinship, it means not direct sell by auction object mortgages. But otherwise can’t pass discussion, so Sharia Pawnshop sell by auction of object mortgages as the latest step.
Kata Kunci : Tanggung jawab,Ganti rugi,Gadai syariah, Responsibility, Compensation, Mortgage Sharia.