Analisis prioritas kebijakan terhadap perkembangan dan keberlangsungan aset pariwisata Kraton Yogyakarta
HASTUTIPUTRI, Reva Pramawati, Drs. Wakhid S. Ciptono, M.B.A., M.P.M
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanKegiatan pemeliharaan dan pelestarian merupakan kegiatan penting di Kraton Yogyakarta, karena berkaitan dengan pembentukan atau perkembangan dan keberlangsungan aset pariwisata. Kegiatan pemeliharaan dan pelestarian memerlukan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit serta membutuhkan perencanaan yang baik untuk mendapatkan hasil yang optimal. Tahap penting pertama dalam pemeliharaan dan pelestarian ialah menentukan objek wisata. Tetapi, dalam kenyataannya, penentuan objek wisata prioritas pemeliharaan dan pelestarian tersebut dilakukan hanya berdasarkan intuisi dan pengalaman pimpinan, sehingga seringkali keputusan yang diambil kurang mengenai sasaran. Penelitian ini bertujuan menentukan bobot kriteria dalam menentukan prioritas objek wisata kegiatan pemeliharaan dan pelestarian dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan identifikasi terhadap kriteria didapatkan 3 kriteria utama, yaitu kriteria potensi maintenance operation, potensi pengembangan kawasan dan kenyamanan wisatawan. Masing-masing kriteria dijabarkan dalam beberapa subkriteria yang dapat diukur. Standarisasi nilai setiap objek wisata dilakukan melalui transformasi skala kunjungan dengan prosedur skor. Lokasi penelitian adalah di Kraton Yogyakarta yang terdiri atas 4 lokasi pariwisata yaitu Taman Sari, Museum Kereta, Pagelaran Sitinggil, dan Kraton. Penentuan objek wisata sebagai prioritas pengambilan kebijakan terhadap perkembangan dan keberlangsungan aset pariwisata menggunakan metode AHP dilakukan dengan melakukan rating peringkat skor objek wisata alternatif. Hasil penentuan objek wisata sebagai prioritas pengambilan kebijakan terhadap perkembangan dan keberlangsungan aset pariwisata dengan metode tersebut menunjukkan bahwa bobot kriteria yang paling tinggi adalah kriteria kualitas kenyamanan wisatawan sebesar 39.95 persen, yang kedua adalah kriteria potensi maintenance operation sebesar 31.54 persen, dan yang terendah adalah kriteria potensi pengembangan kawasan sebesar 28.51 persen dengan RK 0,0061 ≤ 0,10. Objek wisata yang menjadi prioritas pengambilan kebijakan terhadap perkembangan dan keberlangsungan aset pariwisata adalah Relief Hamengkubuwono IX, Gedong Sekawan, Seni Tari, Kesenian Wayang, Grebeg Mulud, Kesenian Gamelan, Siraman Pusaka, Foto-foto Kereta, Sumur Gemuning, Gedong Blawang.
The activity of conservation and conservancy is an important activity in continuity of tourism asset. The activities of conservancy and conservation require not a few time and resource and also require good planning to get optimal results. First important phase in conservation and conservancy is determining the tourism object. But, in reality, the determination of tourism object becoming conservancy and conservation priority conducted only based on intuition and experiences of the leader, so that oftentimes the decision which taken less exactlying to the goal. This research was performed in order to determine criteria weight in determining tourism object priority for the activity of conservancy and conservation by applying a method Analytical Hierarchy Process (AHP). Based on the identification on the criteria we got 3 main criteria, that is the criteria of operation mantenance potency, potency of area development and tourist comfort. Each criterion is formulated in some measureable sub-criteria. Value standardization of every tourism object is done by transformation of visit scale with score procedures. Research location is in Kraton Yogyakarta consisting of 4 tourism location that is Taman Sari, Horse Train Museum, Sitinggil Performance, and Kraton. The determination of tourism object as decision making priority to the development and continuity of tourism asset by using AHP method which done by conducting alternative tourism object score rank rating. The research result of tourism object as decision making priority on the development and contrinuation of tourism asset with by that method indicated that highest criterion weight is the criterion of tourist comfort quality equal to 39.95 percent, the second is the criterion of maintenance operation potency equal to 31.54 percent, and the lowest is the criterion of area development potency equal to 28.51 percent with RK 0.0061 ≤ 0.10. The tourisme object which become the decision making priority on the development and continuation of tourism asset is Relief of Hamengkubuwono IX, Gedong Sekawan, Artistic Dance, Artistry Of Puppets, Grebeg Mulud, Artistry Of Gamelan, Siraman Pusaka, Photograph of Horse Trains, Gemuning Well, Gedong Blawang.
Kata Kunci : Aset pariwisata kraton,Pelestarian,Keberlangsungan,Potensi pengembangan kawasan