Studi tentang stigma akibat rencana pembangunan TPA dan pengaruhnya terhadap nilai persepsi tanah :: Studi di Desa Nambo Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor tahun 2008
INDRA, Kurnia, Drs. Wakhid S. Ciptono, M.B.A., M.P.M
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanRencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nambo di Kecamatan Klapanunggal sudah bergulir sejak tahun 2004. Kegiatan pembebasan lahan untuk tujuan pembangunan TPA masih terus dilakukan, namun sampai saat ini belum ada kejelasan realisasi pembangunan TPA Nambo. Persepsi buruk tentang tempat pembuangan sampah serta ketidakpastian rencana pembangunan TPA Nambo mengakibatkan munculnya stigma yang akan memberikan eksternalitas negatif pada nilai tanah di wilayah tersebut. Secara umum stigma adalah persepsi publik tentang properti yang sifatnya merugikan, intangible, dan tidak dapat dikuantifikasikan secara langsung. Berdasarkan fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa wilayah Nambo terkena stigma akibat rencana pembangunan TPA Nambo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stigma akibat rencana pembangunan TPA Nambo terhadap penurunan nilai persepsi tanah di Desa Nambo. Survei nilai persepsi dilakukan dengan kuesioner. Mengingat sulitnya memperoleh data transaksi tanah di Desa Nambo, maka metode yang digunakan untuk penilaian adalah Contingent Valuation Method (CVM). Selanjutnya dilakukan analisis korelasi antara penurunan nilai persepsi tanah dengan tingkat informasi dan tingkat pengetahuan. Kemudian, probabilitas munculnya persentase penurunan nilai persepsi yang tinggi pada kondisi tertentu dianalisis dengan menggunakan model logit, di mana variabel terikatnya dalam bentuk dikotomi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah persentase penurunan nilai persepsi tanah. Variabel bebas adalah tiga atribut kekhawatiran yang meliputi kekhawatiran akan pencemaran udara (bau), gangguan kesehatan, dan gangguan keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penurunan nilai persepsi tanah mencapai 29,28 persen. Penurunan nilai persepsi tersebut mempunyai korelasi yang kuat dengan tingkat informasi dan pengetahuan yang masing-masing ditunjukkan oleh angka korelasi Pearson sebesar -0,658 dan 0,745. Hasil analisis logit menunjukkan bahwa ketiga katagori kekhawatiran mempunyai pengaruh yang positif terhadap probabilitas penurunan nilai persepsi tanah. Dari ketiga katagori tersebut hanya kekhawatiran akan pencemaran udara yang pengaruhnya tidak signifikan, namun secara bersama-sama, ketiganya mempunyai pengaruh yang nyata pada tingkat signifikansi 5 persen.
The Nambo Landfill construction plan in Klapanunggal Sub District has existed since 2004. Land acquisition activities for that purpose are carried out until today, but so far, the realization of Nambo Landfill construction hasn’t clear yet. Bad perception about landfill and uncertainty condition about landfill construction plan has arisen stigma that will gave negative-externalities to land value in that area. Generally, stigma is an adverse public perception about a property that is injurious, intangible, and not directly quantifiable. Based on that fact, we may conclude that Nambo region stigmatized as consequence of Nambo landfill construction plan. The objectives of this research are to analyze the impact of Nambo landfill plan on land perceived value diminution. Perceived value survey carried out by questionnaire. Considering that land transaction data was difficult to get, therefore valuation method that’s used in this research was Contingent Valuation Method (CVM). Then carried out correlation analysis between land perceived value diminution and information, also between land perceived value diminution and knowledge. Afterwards, the probability of high percentage of land perceived value diminution at given condition analyzed by logit model, which its dependent variable is dichotomous. Dependent variable is percentage of land perceived value diminution. Whereas, independent variables are three attributes of anxiety level (air pollutions/smell, healthy, and security). The results of this research shows that average land perceived value up to 29.28 percent. That diminution has strength correlation with information and knowledge that showed by Pearson correlation index by -0.658 and 0.745, respectively. Logit analysis results shows that all attributes of anxiety level have positive impact to the probability of land perceived value. From three attributes of anxiety level, only air pollutions that have insignificant impact, Nevertheless, overall significance test show that all attributes of anxiety level have significant impact at level of significance 5 percent.
Kata Kunci : Rencana pembangunan TPA Nambo, stigma, nilai persepsi, CVM, Nambo landfill construction plan, perceived value