Dampak otonomi khusus terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan antar kabupaten/kota di Provinsi Papua tahun 1998-2006
WAY, Nimrod Noch, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini adalah tentang ketimpangan pendapatan di Provinsi Papua. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis (1) Untuk menganalisis sebelum dan sesudah Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua terhadap pola dan struktur pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Papua. (2) Untuk menganalisis ketimpangan pendapatan antarkabupaten/kota yang terjadi di Provinsi Papua selama adanya Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. (3) Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan antarkabupaten/kota di Provinsi Papua. Data yang digunakan adalah data sekunder runtun waktu (1998-2006) yang diperoleh dari Kantor Pusat Statistik Provinsi Papua. Alat analisis yang digunakan meliputi : Analisis Indeks entropi Theil, dan Independent Sample Test. Hasil kesimpulan dari analisis (1) pola dan struktur pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Papua sebelum dan sesudah Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua adalah sesudah Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua justru mengalami penurunan petumbuhan yang lebih besar dibandingkan periode sebelum Otsus yaitu sebesar 0,99 persen. Beberapa kabupaten yang mengalami penurunan adalah Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Mimika dan kota Jayapura; (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara ketimpangan pendapatan sebelum dan sesudah otonomi khusus untuk sebagian kabupaten/kota di Provinsi Papua yaitu Kabupaten Merauke, Jayapura, Paniai, Nabire, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Yapen Waropen di Provinsi Papua; (3) penurunan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota sesudah Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua menujukkan bahwa Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua belum memberikan pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Papua.
This research is about income disparity at Papua Province. The research target are (1) to analyse before and after Special Autonomy for Papua Province to pattern and economic growth structure of regencies/municipalities at Papua Province. (2) to analyse the income disparities among regencies / municipalities that happened at Papua Province of during existence of Special Autonomy for Papua Province. (3) to analyse the factors influencing income disparities among regencies / municipalities at Papua Province. Data used in this research is secondary data of time series (1998-2006) obtained from Statistical Head Office of Papua Province. The tools to analyze the data used in this research are : the entropy Theil index, and independent sample test. The conclusions of this research are (1) pattern and economic growth structure of regencies/ municipalities at Papua Province of before and after Special Autonomy for Papua Province is after Special Autonomy for Papua Province exactly experience of the degradation of plant of larger ones compared to by period of before Special Autonomy that is equal to 0,99%. Some natural regency of degradation is Regencies of Jayapura, Biak Numfor, Mimika and Jayapura; (2) the significant differences among income Disparity of before and after special autonomy to some of regencies/ municipalities at Papua Province that is Regencies of Merauke, Jayapura, Paniai, Nabire, Mimika and Yapen Waropen at Papua Province; (3) degradation of economic growth of regencies/ municipalities after Special Autonomy for Papua Province show that Special Autonomy for Papua Province not yet given the significant influence to increase economic growth of regencies/municipalities at Papua Province.
Kata Kunci : Ketimpangan,Indeks Theil,Independent Sample Test,Otonomi khusus,Provinsi Papua, Disparity, the Theil index, independent sample test, Special Autonomy, Papua Province