Pelaksanaan perjanjian pembiayaan barang konsumtif oleh perusahaan perseorangan tanpa agunan
INDRIYATI, Sarastanti Heni Kusuma, Taufiq El Rahman, SH., MH
2008 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian tentang pelaksanaan perjanjian pembiayaan barang konsumtif oleh perusahaan perseorangan tanpa agunan merupakan penelitian yuridis empiris yaitu menitikan beratkan pada penelitian lapangan untuk memperoleh data primer, guna menunjang dan melengkapi data primer, maka dilakukan penelitian secara normatif yaitu dengan melakukan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder. Seluruh data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang ditempuh oleh perusahaan perseorangan terhadap konsumen yang mengalami kemacetan dalam pembayaran angsurannya sementara barang yang merupakan obyek perjanjian sudah tidak berada ditangan konsumen lagi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa upaya yang ditempuh oleh perusahaan perseorangan terhadap konsumen yang mengalami kemacetan dalam pembayaran angsurannya sementara barang yang merupakan obyek perjanjian sudah tidak berada ditangan konsumen lagi, adalah ada 3 (tiga) upaya, yang pertama, meminta barang pengganti sebagai jaminan yang setara dengan barang yang menjadi objek perjanjian, yang kedua penjadwalan kembali yaitu dengan memperpanjang jangka waktu angsuran, sehingga jumlah per angsuran menjadi lebih kecil, yang ketiga meminta bantuan pihak ketiga (pihak lain) untuk mendampingi menagih. Cara ini dianggap lebih mempercepat proses penyelesaian dan lebih efisien jika dibanding melalui gugatan perdata pada pengadilan karena biaya berperkara tidak sesuai dengan jumlah kerugian yang diderita.
Research about the execution of agreement consumptive goods defrayal by individual proprietorship without credit is empiric juridical research, which focus on field research to gain primary data. To support and equip primary data, then normative research is done that doing library research to gain secondary data. All of gained data analyzed in qualitative way using descriptive method. The purpose of this research is to find out the effort that taken by individual proprietorship to consumer who has a jam in their payment when the goods that are the object of agreement is not in the consumer hand anymore. Based on the result and the discussion of research can be found that the effort that taken by individual proprietorship to consumer who has a jam in their payment when the goods that are the object of agreement is not in the consumer anymore, there is 3 (three) point, first, asking for substitute goods as equivalent guarantee with the agreement object, second is rescheduling, that is lengthen the installment period, so that the amount of installment is smaller, the third is asking for third party to accompany when ask for bill. This way is considered quicken the solving process and more efficient compare to through civil suing in court because the expense is not suitable with the loss suffered.
Kata Kunci : Perjanjian,Pembiayaan konsumen,Perusahaan perseorangan, Agreement, Consumer Defrayal, Individual Proprietorship