Laporkan Masalah

An Analysis on the going private of PT Sari Husada

RAWENDRA, Paduan Deoly Ananthur, Agus Setiawan, Dr., M.Soc.Sc

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Studi ini bertujuan untuk menelusuri variabel-variabel yang seharusnya dipertimbangkan sebuah perusahaan ketika mengambil kebijakan untuk go private. Secara spesifik, studi ini juga menunjukkan analisa mendalam mengenai kondisi internal dari PT Sari Husada dan kelayakan perusahaan untuk go private. Faktor-faktor yang mejadi pusat perhatian dalam analisa internal perusahaan adalah kelayakan finansial, kinerja bisnis, transformasi dengan pemilik baru melalui akuisisi, dan proyeksi strategi untuk masa depan. Sumber data dari riset ini adalah data primer yang didapatkan melalui wawancara dan observasi mengenai kinerja bisnis perusahaan, data-data finansial, dan data-data internal lainnya. Data-data sekunder mengenai proses going private dan akuisisi serta kinerja perusahaan juga digunakan dalam riset ini. Data-data tersebut didapatkan melalui situs perusahaan, pengumuman pers, artikel-artikel media dan archival records lainnya megenai kasus ini. Analisa yang digunakan dalam riset ini adalah metoda kualitatif melalui studi kasus. PT Sari Husada menunjukkan kinerja yang sangat baik selama tahun 2006, didukung oleh manajemen strategik yang baik dan konsisten serta brand equity yang kuat. Pada tanggal 20 Maret 2007, PT Sari Husada secara resmi telah di delist dari bursa efek dan secara keseluruhan telah membeli kembali saham publik-nya. Alasan utama dari kebijakan ini adalah; saham publik sudah tidak likuid dan jumlah saham publik yang hanya 1,33% adalah terlalu kecil; dan perusahaan sudah tidak lagi membutuhkan pendanaan publik yang juga sesuai dengan strategi dari pemegang saham mayoritas-nya yang akan menyesuaikan kapitalisasi dari seluruh anak perusahaannya setelah diakuisisi oleh Danone. Analisa internal perusahaan dan finansial menunjukkan bahwa kriteria PT Sari Husada cocok dengan kriteria perusahaan yang going private yaitu: ukuran perusahaan lebih kecil, tingkat hutang yang rendah, earning predictability yang kurang, dan likuiditas yang tinggi. Kriteria lain dari perusahaan yang going private adalah: prospek pertumbuhan yang rendah, dan kemungkinan besar untuk financial distress, dimana PT Sari Husada tidak memenuhi kriteria tersebut. Alasan lain dalam hubungannya dengan going private adalah: tidak likuidnya saham publik dan aksi korporat dari perusahan induk yaitu aksi akuisisi dimana hal ini dapat diterima sebagai alasan untuk go private. Analisa dari struktur kepemilikan menunjukkan bahwa dengan mengakuisisi Numico, Danone akan mendapatkan sinergi yang baik untuk maju dibanding pesaingnya di dalam kompetisi. Analisa strategik menunjukkan bahwa PT Sari Husada memiliki posisi kuat dan aman di pasar lokal dan dapat memilih strategi yang fokus kepada pertumbuhan perusahaan dengan dan dominasinya pada segmen IFFO, investasi lebih pada segmen GUM dan produk kehamilan dan laktasi, mengoptimalkan vertical integration untuk memperbaiki sistem pemasaran & distribusi, dan mempertimbangkan related diversification dan international expansion.

This study aims to explore the variables that a company should consider in order to go private. Specifically, this study also showed in depth analysis of the internal condition of PT Sari Husada and the visibility of the firm in order to go private. The factors that become the center of attention in the internal company analysis are financial visibility, recent business performance, transformation to a new ownership through acquisition, and future strategic outlook for the company. Data sources in this research are primary data through interview and observation regarding the company’s business, company’s financial data and other internal data. Also used in this research are secondary data regarding the going private and acquisition process and the company’s business performances. These data are obtained from companies’ websites, press releases, media articles and other archival records regarding the case. The analysis used in this is research is qualitative method through a case study. PT Sari Husada showed excellent performance during the year of 2006, supported by sound and consistent management strategies as well as its strong brand equity. On March 20th, 2007 PT Sari Husada officially delists from the stock exchange and completely bought all of their public shares. The main reasons stated is that; public shares are no longer liquid and the 1,33% of shares that is listed is too small; and the company will no longer plan to gather their capital from the stock market, which is in line with the strategy of it’s majority share holder (Royal Numico N.V./Numico) that will synchronized the capitalization of all their subsidiaries all over the world due to the acquisition by Groupe Danone S.A. (Danone). Company internal and financial analysis showed that PT Sari Husada met most of the criteria of firms going private which are: smaller in size; low in debt; less earnings predictability; and finally, higher liquidity. Other criteria of firms going private are: have low growth prospects; less profitable; and a greater chance of financial distress, in which PT Sari Husada did not meet these criteria. Other reasons from PT Sari Husada in relation to going private which are: the illiquidity of the public shares and as a result of corporate action taken by the parent company which is acquisition can be considered as a reason to go private. Ownership analysis showed that acquiring Numico would give a great synergy and allow Danone to move ahead of its rivals within the competitive marketplace. And finally, the strategic analysis showed that PT Sari Husada already have a steady position in the local market and can pick out strategy to focus on its growth by continuing their business and their dominance in the in the Infant Formula and Follow On (IFFO) segment, investing more in Growing Up Milk (GUM) and Pregnancy and Lactating products, optimized its vertical integration to improve its marketing and its distribution system, diversification and international expansion if it’s possible.

Kata Kunci : Go private,Analisa internal,Kelaykan finansial,Akuisisi,Strategi, go private, internal analysis, financial visibility, acquisition, strategy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.