Strategi adaptasi masyarakat di sekitar bandara terhadap kebisingan dan getaran pesawat terbang :: Studi kasus Bandara Polonia Medan
BUNGSU, Hilyati Rivai, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D
2008 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahKondisi permukiman di sekitar Bandara Polonia Medan mengalami gangguan kebisingan dan getaran yang ditimbulkan oleh aktivitas pesawat terbang, maka dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui pengaruh kebisingan terhadap penggunaan ruang, apakah ada perbedaan penggunaan lahan antara kawasan bising dengan kawasan yang tidak bising, serta adaptasi yang dilakukan penghuni permukiman di kawasan kebisingan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuantitatif dan metode kualitatif, serta menggunakan metode berpikir induktif. Berdasarkan tujuan penelitian ini termasuk penelitian pengujian hipotesa/penelitian penjelasan (explanatory research). Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. Data yang digunakan meliputi data sekunder dan data primer, dengan melakukan observasi, wawancara dan kuesioner sebagai instrumen penelitian dalam pengumpulan data. Populasi adalah masyarakat yang bertempat tinggal di Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang dan Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor. Teknik penarikan sampel cluster random sampling. Hipotesa yang diuji adalah perbedaan penggunaan lahan antara kawasan kebisingan dengan kawasan yang tidak bising, serta hubungan antara beberapa faktor yaitu penghasilan, status kepemilikan rumah, lama tinggal, nilai lebih lokasi tempat tinggal, dan kondisi kesehatan, selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan uji korelasi chi square. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa kondisi kebisingan tidak mempengaruhi aktivitas yang dilakukan masyarakat di atas lahan, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kawasan bising dengan kawasan tidak bising terhadap kepadatan fasilitas umum dan fasilitas sosial. Fasilitas pendidikan, kesehatan dan peribadatan digunakan sebagai parameter berdasarkan pertimbangan bahwa aktivitas pada ketiga fasilitas tersebut rentan terhadap suara. Adaptasi yang dilakukan individu untuk mengatasi kebisingan dan getaran pada diri individu dan pada tempat tinggal yaitu menutup telinga dengan tangan, mengeraskan volume suara televisi/radio, menutup telinga dengan alat, menghentikan pembicaraan sejenak, menutup pintu/jendela rumah, mengganti kaca jendela, merenovasi rumah, atau tidak melakukan tindakan apapun. Secara dominan responden tidak banyak melakukan adaptasi secara fisik. Mengatasi kebisingan pada diri individu dipengaruhi oleh faktor-faktor nilai lebih lokasi dan kondisi kesehatan, dalam mengatasi kebisingan pada tempat tinggal dipengaruhi faktor kondisi kesehatan, sedangkan dalam mengatasi getaran pada tempat tinggal dipengaruhi faktor penghasilan. Terdapat peningkatan toleransi masyarakat sekitar terhadap gangguan, kemungkinan karena kondisi sosial ekonomi yang terbatas, tidak punya pilihan, serta adanya wacana pemindahan bandara Polonia sehingga masyarakat lebih toleran terhadap gangguan di lingkungan tempat tinggalnya dengan harapan bandara akan segera dipindahkan.
Community settled close to Medan Polonia airport experience noise disturbance and vibration caused by aeroplane activity. A research has been done as a mean to detect noise influence towards the settlement. The research questions whether there is a difference between noisy area with area not noisy area. It explores the adaptation done by the occupant at noisy area and factors that influence it. This research uses quantitative approach with quantitative method and qualitative method. It is considered as explanatory research. Data collection is done through survey method. Observation, interview and questioner used as research instruments. The object of the observation is the community who live in Beringin village, sub district Selayang and Kwala Bekala village, sub district Johor. Several factors are used to explore the adaptation pattern of the community include: income, housing ownership, length of stay, housing location, health condition. Chi-square correlation test is used to analyze the data. This research found that noise condition doesn't influence community activity. There is no significant difference between noisy area with area and not noisy area in relation to the availability of public/social facilities. Several adaptation behavioral are done by community such as: to close their ear by hand and ear plug, to increase television/radio voice volume, to stop conversation for a while, to close the door/window, to replaced the window’s glass, to renovated the house, or not to do anything. Most respondents do not change the physicall environment. Their adaptation patterns are influenced by locations, health condition. In overcoming noise in their house, they are influenced by income factor. Community tend to be tolerance to the disturbance, possibly because of their limited economic condition. In the same time, the plan to move the airport makes people not to make some physical changes to their environment.
Kata Kunci : Adaptasi masyarakat,Kebisingan,Bandara, adaptation, noise, airport