Laporkan Masalah

Pengaruh aksesibilitas terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur

SUPRAYITNO, Hadi, Ir. Suryanto, MSP

2008 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Pembangunan pendidikan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dan daerah. Pendekatan sentralistik dalam penyelenggaraan pendidikan sebelum era otonomi daerah telah meninggalkan berbagai permasalahan. Salah satu masalah pendidikan adalah aksesibilitas. Permasalahan aksesibilitas pendidikan terkait dengan kondisi geografis, demografi dan sosial budaya masyarakat setempat. Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah pemekaran baru memiliki sejumlah permasalahan pendidikan, termasuk aksesibilitas. Kondisi geografis yang memiliki banyak perbukitan dan rawa-rawa serta kepadatan penduduk yang sangat kecil dan tidak merata, menimbulkan masalah aksesibilitas. Permasalahan aksesibilitas jika tidak ditangani dapat memunculkan masalah pendidikan yang lain seperti menurunnya minat belajar siswa hingga berujung pada penurunan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur-unsur aksesibilitas yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Lokasi penelitian pada SMA di Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Unsur aksesibilitas yang dikaji dalam penelitian ini meliputi aksesibilitas fisik, aksesibilitas waktu, aksesibilitas ekonomi dan aksesibilitas sosial budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Pengujian adanya korelasi antar variabel menggunakan uji chi-square, koefisien kontingensi dan derajat asosiasi (r). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor jarak rumah ke sekolah, sarana transportasi, waktu tempuh, uang transpor dan ketersediaan sarana perpustakaan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Tingginya pengaruh jarak rumah terhadap motivasi belajar siswa menunjukkan bahwa bahwa dalam pandangan mayoritas siswa lokasi sekolah masih jauh. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan meninjau kembali kebijakan yang kurang efektif dalam memecahkan masalah aksesibilitas di bidang pendidikan. Masalah aksesibilitas merupakan masalah lintas sektor karena terkait dengan instansi lain seperti dinas perhubungan, pekerjaan umum, kependudukan dan lain-lain, karena itu penanganannya harus dilakukan secara sinergis dengan instansi tersebut. Sudah saatnya pemerintah daerah menyediakan sarana angkutan khusus bagi pelajar.

Education development is an integral part of national and regional development. Sentralistic approach of educational policies before local-autonomous era has left some problems. One of the education problems is accessibility. The accessibility problems of education are related to some factors, among them are geographic, demographic, social, and cultural. The regency of Panajam Paser Utara, as the new expanded region has several education problems, including accessibility. The geography of the regency has many hills and swamps, population distribution are scattered, leading to accessibility problems. This problem, could lead to another problem particulars the hesitation in terms of school participation and the quality of education The study was conducted to confirm that accessibility was one of problems affecting students motivation. The study selected high schools in the district of Penajam, the regency of Penajam Paser Utara. Accessibility was measured in terms of physical, timing, economic, social, and cultural. Deductive and descriptive quantitative were the methods in this study. Chi-square test, contingent coeficient, and association level were utilized to measure the correlation between variables. The study suggested that distance, transportation, traveling time, transport cost, and library availibility were significant factors affecting students motivation. Traveling time played the most significant factor. Students perceived that distance between school and home is too far. The study suggests that the government, particularly the local officials of Education Department, should review their educational policies, to effectively solve accessibility problems. Such problems are cross-sectoral kind involving several state institutions such as transportation, civil engineering, and demography and therefore requiring some integrated efforts. The accessibility problems indicated that it is time for the government to provide public transportation facilities for student.

Kata Kunci : Aksesibilitas,Motivasi belajar,Accesibility, Learning Motivation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.