Tipe pembelanjaan kegiatan sekolah terhadap terciptanya suasana belajar sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri di Kabupaten Sleman
IBRAHIM, Dr. R. Rijanta, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahKetepatan pembelanjaan kegiatan sekolah sangat menentukan keberhasilan sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang baik. Suasana belajar menyebabkan siswa dapat melakukan kegiatan pendidikan di sekolah sesuai dengan perkembangan jiwa dan latar belakang sosial. Di Kabupaten Sleman, besaran prosentase pembelanjaan dana operasional sekolah menengah kejuruan mengikuti ketentuan Petunjuk Penyusunan RAPBS dan Pelaksanaan Pengumpulan/Penggunaan Dana dari Komite Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe pembelanjaan kegiatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan analisis arsip data pembelanjaan dana operasional yang terdiri dari dana iuran dan sumbangan komite sekolah tahun anggaran 2007/2008, serta menggunakan kuisioner kepada siswa untuk mendapatkan respon suasana belajar yang dirasakan selama mengikuti proses belajar. Jumlah siswa/reaponsen setiap sekolah adalah 10 orang dengan syarat siswa yang menjadi pengurus OSIS, hal ini mengacu pada keterwakilan jurusan dan kemampuan memberi jawaban melebihi kemampuan yang bukan pengurus OSIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan prosentase pembelanjaan kegiatan sekolah yang berbeda satu dengan yang lainya mengindikasikan bahwa sekolah mempunyai otonomi untuk membelanjakan dana operasional dalam melaksanakan program kegiatan yang telah direncanakannya. Tipe pembelanjaan kegiatan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kabupaten Sleman Tahun 2007/2008 adalah Tipe Kegiatan Belajar Mengajar dan Tipe Sarana Prasarana. Tipe Sarana Prasarana menghasilkan suasana belajar yang baik apabila besaran prosentase pembelanjaanya melebih dari setengah dari anggaran totalnya, sedangkan tipe Kegiatan Belajar Mengajar akan menghasilkan suasana belajar yang baik jika prosentase semua kegiatan yang ada mendekati berimbang. Temuan lain dari penelitian ini bahwa pembelanjaan kegiatan belum sepenuhnya mengacu pada suasana belajar siswa yang berada pada keamanan dan kenyamanan psikologisnya. Siswa cenderung belum berani mengemukakan ide dan gagasannya sendiri. Pembimbingan tugas sekolah terbatas pada saat pelajaran saja dan hal ini membuat siswa merasa kurang waktu dalam menyelesaikan tugas sekolah.
The appropiatness of education expenses significantly determine of the school in success and providing a favorable learning atmosphere. Favorable learning atmosphere is crucial to the mental development of true study. In the Regency of Sleman, the percentages of vocational school operational expenses are regulated trough to the Guideline of School Budgeting Preparation (RAPBS), and Fund Raising organized by School Committee. The objective of this research is to obtain the types of vocational school expenses in The Regency of Sleman. Descriptive qualitative was the approach employed by this research . It used archives of operational expenses from school committee fund for 2007/2008 budget year, and questionaire to students to gain responses regarding to their feeling in learning activities of the school. Samples were 10 respondents/students each school that were active in Student Assosiation (OSIS). Sample acquisition were taken in public school. The research suggests that school’s percentage discrepancies of budget indicates school autonomy in spending and expenses and implement their plans. Types of expenses in Public Vocational School of Sleman Regency 2007 – 2008 are used to Learning – Teaching and Infrastructure. The type of Infrastructure could be better when more than half of the total budget were allocated. Meanwhile, the type of Learning – Teaching would be better when expenses of all activities were allocated in a balance way. In addition expenses of all activities were not fully in accordance to students learning atmosphere that exist in their psycological comfort. Students tend not too courage in expressif their own ideas. Teachers assistances were limited to school hours only, and this leads the students to feel that they don’t have enough time to complete the assignments
Kata Kunci : Pembelajaran,Kegiatan sekolah,Suasana belajar, School Activities Expenses, Learning Atmosphere