Strategi mengatasi kerentanan di kalangan komunitas kusir andong :: Studi kasus strategi kelangsungan hidup di kalangan kusir andong di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang
RUSTIONO, Indra, Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D
2008 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan DaerahCandi Borobudur merupakan salah satu situs wisata Indoensia dan andong di kawasan Candi Borobudur dan sekitarnya merupakan salah satu aset penunjang bagi sektor pariwisata di kawasan ini. Namun demikian, peranan andong dalam perekonomian kawasan ini semakin lama semakin marginal. Hal ini terlihat dari semakin menurunnya pelayanan alat transportasi ini karena tersisih oleh alat-alat angkutan modern yang lebih efisien dan bergesernya kecenderungan masyarakat dalam memilih alat angkutan. Kondisi ini membuat semakin menyusutnya daerah operasi andong. Dengan latar belakang tersebut, penelitian dilakukan untuk mengetahui kerentanan-kerentanan yang dialami oleh masyarakat kusir andong dan strategistrategi yang dilakukan dalam mengatasi kondisi yang ada. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan eksploratif dengan analisa data secara induktif. Sedangkan lokasi penelitian tersebut adalah Kecamatan Borobudur dan sekitarnya, yang merupakan daerah domisili kusir andong sekaligus daerah operasi utama bagi andong di kawasan Borobudur. Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa para kusir andong mengalami beberapa kerentanan dalam waktu yang sama, yaitu: kerentanan spasial, kerentanan finansial, dan kerentanan sumber daya manusia. Kerentanan spasial ditandai dengan semakin sempitnya daerah operasi andong dan ketidakberdayaan kusir andong dalam melindungi daerah operasinya. Kerentanan finansial bercirikan semakin menurunnya penghasilan kusir, tidak dimilikinya akses pada kredit bank dan adanya dampak negatif dari sistem giliran yang berlaku di antara andong-andong yang beroperasi. Sedangkan kerentanan sumber daya manusia ditandai dengan buruknya kualitas tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan keluarga kusir andong. Selain itu, didapatkan juga bahwa dalam mengatasi kerentanan-kerentanan yang dialami, para kusir andong melakukan berbagai upaya-upaya strategis pada level individual, keluarga, maupun komunitas. Adapun upaya-upaya strategis yang dilakukan adalah penganekaragaman sumber penghasilan, melakukan penghematan, melakukan hutang, penjualan sarana kerja, dan pemanfaatan modal sosial. Meski dilakukan pada level yang berbeda, namun semua upaya strategis yang dilakukan memiliki orientasi yang sama, yaitu pada bagaimana mengatasi tekanan ekonomi (kerentanan finansial). Dalam penelitian tidak ditemukan adanya upaya-upaya strategis yang dilakukan untuk mengatasi kerentanan-kerentanan yang lainnya yang dialami oleh para kusir andong dan keluarganya.
Borobudur temple is one of Indonesia’s tourism sites and carriages in Borobudur area are one of supporting facilities for tourism in the area. Unfortunately, carriages’ role in the area’s economy marginalized. It is proven by decreasing service of carriages due to the increasing of number of modern public transportation and preference shift of customers in choosing public transport. This condition makes operational area (domain) of carriages decreased. Due to the background mentioned above, the research was conducted to recognize the kinds of vulnerability experienced by carriage driver community and the strategies done to mitigate the situation. It was qualitative one utilizing explorative approach with inductive data analysis technique. Further more, the locus of the research was Kecamatan Borobudur and its surroundings in which the carriage drivers live and domain of carriage to be. From the research, it is known that the carriage drivers are experiencing some kinds of vulnarability: spatial vulnaerability, financial vulnerability, and human resources vulnerability. The spatial vulnerability is featured with decrease of carriages’ domain and the carriage drives’ inability to protect their domain. Financial vulnerability is characterized with decrease of the carriage drivers’ revenue, no access to bank credit, and externality of turning system among the carriages. Human resources vulnerability is typified with decrease of education and health levels. To cope with the vulnerabilities, the carriage drivers do strategic efforts in individual, family, and community levels. The strategic efforts done by the driver are revenue source diversification, cutting down expenditures, debt, selling production means, and taking benefit from social capital. Even though it is done in different levels, all of the efforts have a same orientation: to cope with financial vulnerability. In the research, it is not recognized that there is any single effort to cope with other vulnerability experienced by the carriage drives and their family.
Kata Kunci : Kerentanan,Kusir andong,Strategi komunitas