Laporkan Masalah

Pengembangan masyarakat sebagai bagian tanggung jawab sosial perusahaan migas di Kabupaten Natuna Propinsi Kepulauan Riau

ACHMAD, Muhtar, Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D

2008 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kabupaten Natuna Propinsi Kepulauan Riau adalah salah satu daerah penghasil minyak dan gas di Indonesia. Terdapat 3 perusahaan sebagai kontraktor kontrak kerjasama yang mempunyai lisensi dari Pemerintah Indonesia yang beroperasi di wilayah ini. Mereka adalah perusahaan minyak dan gas A, B dan C. Sesuai dengan regulasi pemerintah semua perusahaan minyak dan gas berkewajiban melaksanakan program community development sebagai bagian dari corporate social responsibility perusahaan migas. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi praktek community development di tiga perusahaan ini. Penelitian ini menggunakan metode dekripstif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran perusahaan dan BP Migas sangat strategis dalam proses praktek pengembangan masyarakat sebagai bagian tanggung jawab sosial perusahaan migas. Peran strategis ini dapat diibaratkan laksana dua sisi mata uang yang tidak dapat terpisahkan, dimana di satu sisi Perusahaan menentukan rencana program pengembangan masyarakat, di sisi lain BP Migas mensyahkan/menyetujui anggaran program pengembangan masyarakat yang akan dilaksanakan. Praktek pengembangan masyarakat oleh Perusahaan A, B, dan C di Kabupaten Natuna telah melibatkan partisipasi masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Tetapi karena perbedaan kultur perusahaan, maka pelaksanaan pengembangan masyarakat tergantung dari kultur masing-masing perusahaan. Dalam prakteknya membuat interprestasi dan persepsi yang berbeda diantara masyarakat setempat tentang kepedulian dari tga perusahaan minyak dan gas ini. Secara umum, semua perusahaan telah melaksanakan dengan baik praktek pengembangan masyarakat. Tetapi motivasi masing-masing perusahaan bervariasi satu sama lain, dimana ada satu perusahaan yang mempunyai motivasi hanya untuk memenuhi kewajiban regulasi saja, sedangkan dua perusahaan lainnya selain melaksanakan regulasi juga memiliki komitmen yang kuat untuk mensejahterakan masyarakat; Penelitian ini menyimpulkan bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja praktek pengembangan masyarakat adalah faktor internal perusahaan yaitu budaya, komitmen, dan kapasitas organisasi perusahaan, sedangkan faktor eksternal perusahaan adalah ekspetasi masyarakat, kultur masyarakat, intervensi pemda setempat, kepentingan tertentu dan letak geografis. Penelitian ini merekomendasikan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja praktek pengembangan masyarakat dan bagaimana persepsi masyarakat terhadap praktek pengembangan masyarakat oleh perusahaan migas sebagai bagian tanggung jawab sosial.

Natuna regency in Riau Islands Province is one of the oil and gas producer regions in Indonesia. There are three companies as the contractor of production sharing contract which have lincence from The Government of Indonesia Republic which are operated in the area. They are oil and gas company A, B, C. Based on the government regulations all of the oil and gas companies have to do community development program as a part of corporate social responsibility/CSR. This research aims to evaluate the practice of community development in those three companies. The methodology of this research is qualitative descriptive. The research shows that the oil and gas companies and BP Migas have the strategic performing in the process of community development practice, like two side of one coin that we cannot separate one to each other. At one side the corporate makes the program planning of community development, but at another side BP Migas approves the community development budgeting. The practice of community development by gas and oil companies A, B, C at Natuna regency has involved the community and local government participation. However, because of the different culture of gas and oil companies, their pratices depend upon their corporate culture. Such practices make different interpretation and perception among the local communities about careness of gas and oil companies. In general, all of the three oil and gas companies has been practicing community development well. But the motivations of the companies are different. One of the three companies has the motivation just to follow the regulation and the others have the motivation to follow the regulation and the strong commitment to improve the local community prosperity. This research concludes that several factors influence the performance of the community development practice such as the internal company factors like culture, commitment, and organization capacity companies, and the external company factor like the big community expectation, community culture, the local government intervention, the special interests, and the geographical position. The research recommends that there is a need to do further research about the factors that influenced the performance of community development and the local community perception about the community development practice as part of of corporate social responsibility.

Kata Kunci : Pengembangan masyarakat,Tanggung jawab sosial,Perusahaan minyak dan gas, community development, corporate social responsibility, oil and gas company


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.