Laporkan Masalah

Sebaran spasial kesiapan pendidikan menengah tingkat atas dalam menerapkan program jardiknas di Kota Yogyakarta

DARMAWAN, Maryuli, Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D

2008 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan mempunyai daya tarik bagi penduduk daerah sekitarnya dan daerah di seluruh Indonesia. Sejalan dengan kondisi tersebut Kota Yogyakarta sendiri mempunyai permasalahan pendidikan yang dihadapinya, yaitu kesenjangan mutu pendidikan dari sekolah-sekolah yang berada di Kota Yogyakarta. Salah satu usaha yang ditempuh Pemerintah Daerah Kota Yogyakarta adalah dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam proses pendidikan di sekolah menengah tingkat atas melalui program Jardiknas, dengan tujuan mewujudkan pendidikan berkualitas. Salah satu misi program Jardiknas adalah untuk menunjang pemerataan mutu dan akses pendidikan, yang sejalan dengan kebijakan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencanangkan diri sebagai pusat pendidikan, budaya dan daerah tujuan wisata terkemuka pada tahun 2020 dengan peluncuran program Jogja Learning Gateway sebagai percepatan terbentuknya Jogja Cyber Province. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kesiapan sekolahsekolah menengah tingkat atas di dalam menerapkan program Jardiknas di Kota Yogyakarta, khususnya menyangkut sebaran spasial tingkat kesiapan tersebut di wilayah Kota Yogyakarta. Metode deduktif dengan analisis kuantitatif digunakan untuk mendiskripsikan kondisi kesiapan pendidikan menengah tingkat atas dalam menerapkan program Jardiknas di Kota Yogyakarta. Adapun analisis kualitatif dan teknik overlay peta diterapkan untuk menggambarkan kecenderungan sebaran spasial tingkat kesiapannya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa tingkat kesiapan pendidikan menengah tingkat atas dalam menerapkan program Jardiknas di kota Yogyakarta masih sangat rendah, yakni baru dua kecamatan dalam kondisi siap. Adapun secara spasial dapat ditunjukkan bahwa sebaran kesiapan sekolah menengah atas di Kota Yogyakarta memiliki kecenderungan ke arah utara berbatasan dengan Kabupaten Sleman. Dua kecamatan di pusat kota, yaitu Kecamatan Kraton dan Kecamatan Pakualaman, yang merupakan wilayahwilayah konservasi budaya ternyata ditunjukkan sebagai kecamatan-kecamatan dengan kesiapan paling rendah.

Yogyakarta Municipality with an attribute of education town is quite attractive to the inhabitants living in the surrounding areas but also people around the country. However, this cityalso facing several educational problems, i.e. the gaps in terms of the quality among the schools in the municipality. One of the efforts undertaken by the Municipal Goverment of Yogyakarta is applying the information and communication technology in the learning processes in senior high schools, through Jardiknas Program, with a goal of achieving high quality education. One of the missions of Jardiknas Program is to support the extensification of quality and access to education.This is in accordance with the development policy of Provincial Goverment of Yogyakarta, which has been declared as a leading center for education, culture, and tourism destination in 2020, through the launching of Jogja Learning Gateway as part of the acceleration of Jogja Cyber Province. This research is aimed at identifying the preparedness of senior high schools in applying Jardiknas Program in Yogyakarta Municipality, especially in terms of their spatial distribution throughout the municipality. Deductive and quantitative method was used in the analysis of this research, particularly in the identification and description the level of preparedness of senior high schools in Yogyakarta Municipality in applying Jardiknas Program. In addition, qualitative analysis and maps overlay technique were utilized to show the tendency of spatial distribution of the level of preparedness. The results of the research show that the preparedness of senior high schools in Yogyakarta Municipality in aplying Jardiknas Program is still very low. There are only two districts which can be categorized as prepared. Spatially, the distribution of schools preparedness tend to be on the north part of the municipality close to the boundary between Yogyakarta Municipality and Sleman Regency. Two districts in the city center, i.e. Kecamatan Kraton and Kecamatan Pakualaman, which are the cultural conservation areas, in fact are the districts with the lowest level of preparedness.

Kata Kunci : Program Jardiknas,Kesiapan sekolah, the Jardiknas program, preparedness of schools


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.