Laporkan Masalah

Persepsi masyarakat terhadap gagasan "sistem pengendalian pemanfaatan lahan partisipasif" di Kabupaten Sleman

HIDAYAH, Sri Restuti Nur, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D

2008 | Tesis | S2 Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Konsep Pengendalian pemanfaatan lahan secara partisipatif merupakan sistem pengendalian dengan melibatkan warga masyarakat untuk ikut andil dalam pengambilan keputusan, sehingga dalam melaksanakan pembangunan tidak terjadi gejolak sosial pada waktu pelaksanaan pembangunan di kemudian hari. Fokus penelitian ini adalah melakukan studi persepsional kepada masyarakat yaitu perlu tidaknya persetujan masyarakat terhadap suatu rencana bangunan/kegiatan yang akan didirikan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah memungkinkan sistem pengendalian pemanfaatan lahan secara partisipatif bisa diterapkan di masyarakat desa dan masyarakat kota khususnya di Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan dengan metode induktif dan deduktif serta pendekatan Kualitatif dan kuantitatif. Lokasi penelitian ini diambil pada masyarakat yang mewakili masyarakat desa dan masyarakat kota yaitu di desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan dan Desa Caturtunggal Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dugaan bahwa respon masyarakat desa kemungkinan lebih bersifat karena ikatan ketetanggaan yang kental, sehingga apapun jenis kegiatan yang akan dibangun dianggap perlu minta persetujuan warga terlebih dahulu. Hal ini kemungkinan karena masyarakat desa menerapkan kepada diri sendiri apabila akan membangun suatu kegiatan, maka sebaiknya minta persetujuan warga terlebih dahulu. Sedangkan respon masyarakat kota kemungkinan lebih bersifat rasional, yaitu berdasar aspek gangguan yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut. Sehingga perlu tidaknya persetujuan tergantung pada besar kecilnya gangguan yang akan ditimbulkan oleh suatu kegiatan. Dari indikasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian pemanfaatan lahan secara partisipatif kemungkinan bisa diterapkan di tengah masyarakat baik di desa maupun di kota, namun tata cara dan metode pelaksanaannya perlu dibedakan antara di desa dan di kota. Hal ini menjadi sesuatu yang perlu dilakukan penelitian lebih jauh.

The concept of participatory land use controll mechanism which involving community to take a part in decision making, so social upheaval in implementing development programs does not occur since they involve in the process. This research is a perceptional study on community, asking a question whether or not community agreement is necessary in land use contoll mechanism. The purpose is to find out whether or not the controlling system of participatory land utilization can be applied in both rural and urban societies, especially in Sleman Regency. The study uses inductive and deductive methods as well as quantitative and qualitative approaches. Locations of the study are communities representing rural and urban ones, i.e. Kepuharjo, Cangkringan Subdistrict, and Caturtunggal, Depok Subsdistrik, Sleman Regeny. The study indicates that response by rural society is based on the neighborhood ties, so activities that will be carried out together are considered as necessary to ask the community agreement before. It is possibly due to the fact that rural community tends to consider the agreement by the whole before it will implement any programs. While response by urban community is more rational, i.e. being based on the aspects of disturbance resulted from the program activity. Therefore, a decision that whether or not agreement is necessary depends on how large disturbance is resulted from the program activity. Based on the result, it can be concluded that the controlling system of participatory land utilization can be apply in both rural and urban communities, but the procedures and methods of the implementation are necessary to distinguish between rural and urban levels. It is recommended to conduct in further study.

Kata Kunci : Persepsi, Partisipatif, Masyarakat desa dan kota, Perception, Participation, Rural and Urban Communities


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.