Laporkan Masalah

Perception of communities on the trade and service area about street greenery in Yogyakarta city

DENY, Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP., M.Sc., Ph.D

2008 | Tesis | S2 MPKD

Pemerintah dalam merencanakan dan mengaplikasikan program penghijauan jalan biasanya mengabaikan partisipasi masyarakat. Dalam jangka panjang, dengan rendahnya partisipasi masyarakat, keberhasilan program penghijauan penghijauan jalan akan menjadi masalah yang serius. Pilihan terhadap jenis ataupun model penghijauan penghijauan jalan oleh masyarakat sangat penting untuk dikenali. Dibutuhkan pendekatan yang berbeda dalam perancangan dan manajemen penghijauan jalan untuk merefleksikan keperdulian dan kepuasan berbagai lapisan sosial masyarakat. Pemahaman terhadap pilihan maupun selera model penghijauan jalan yang berbeda-beda antar kelompok masyarakat akan memberikan kontribusi terhadap perencanaan yang lebih responsive terhadap kebutuhan dan selera beragam kelompok masyarakat. Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana manajemen ruang terbuka hijau dapat ditingkatkan dengan melibatkan persepsi masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksploratori dan descriptive dengan menggunakan survey kuistioner. Data primer dikumpulkan melalui kombinasi kuistioner (open dan closed ended) dan interview (open ended). Sampel yang digunakan sebanyak 52 responden yang dipilih secara acak. Untuk mengetahui persepsi dari kelompok masyarakat terhadap model penghijauan jalan, pada bagian pertama, 5 model penghijauan jalan (2 foto tiap model) di sajikan kepada responden untuk diberikan penilaian dengan 5 skala pengukuran. Pada bagian kedua, kuistioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan: (1) persepsi responden terhadap kondisi dan manajemen penghijauan jalan di kota Yogyakarta (2) persepsi responden terhadap partisipasi penghijauan jalan. Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana manajemen ruang terbuka hijau dapat ditingkatkan dengan melibatkan persepsi masyarakat. Penelitian ini berfokus pada penggunaan model-model penghijauan jalan yang memberikan peluang responden untuk terlibat dan memberikan informasi terhadap design penghijauan jalan. Teknik ini ditujukan untuk memberikan peluang kepada responden untuk mengekspresikan pendapatnya. Responden tidak hanya memberikan penilaian terhadap karakter model-model penghijauan jalan, namun juga informasi mengenai kelebihan dan kekurangan maing-masing model untuk menghasilkan design yang lebih baik. Seluruh responden menyatakan bahwa penghijauan jalan diperlukan. Penghijauan jalan di Gejayan diketahui lebih baik dalam pemeliharaan dan dalam fungsi naungan. Walaupun kedua responden pada keduan jalan menyatakan bahwa penghijauan jalan di daerah mereka perlu ditingkatkan, namun penhijauan di jalan Yohanes lebih mendesak untuk ditingkatkan. Mayoritas responden lebih menyukai kombinasi antara fungsi keindahan dan fungsi naungan. Selanjutnya, sekitar dua pertiga responden menyatakan bahwa mereka siap untuk berpartisipasi dalam penghijauan jalan dengan bentuk kerjasama dengan pemerintah dalam pemeliharaan maupun pembangunan penghijauan jalan. Kelompok umur dibawah tiga puluh tahun dan kelompok laki-laki cenderung lebih berani dalam memberikan penilain terhadap unsur-unsur yang terdapat dalam penghijauan jalan dari pada kelompok umur diatas tiga puluh tahun dan kelompok perempuan. Dan juga diketahui bahwa kelompok laki-laki lebih siap dalam berpartisipasi dalam penghijauan jalan dengan mengambil tanggung jawab terhadap pembangunan dan pemeliharaan penghijauan jalan.

Planning and realizing of greenery of streets is usually done by government ignoring the community participation. With insufficient public participation, long term management may become a serious problem. The differences in types of the greenery of street preferred by social group are essential to recognize. Different design and management solutions are needed to reflect the concerns and to accommodate the satisfactions of different segments of social group. Understanding of differences in street greenery preferences among social groups may contribute to landscape plans that are more responsive to the needs and tastes of different group within the society. The main research question of this research is how management at urban green spaces can be improved by involving community perception. The research type used was exploratory and descriptive, with questionnaire survey as the research strategy. Primary data was collected through a combination of questionnaires (both open and closed ended) and interview (open-ended). Considering time and finance as the limitations of this study, a sample of fifty-two respondents were randomly selected. In order to assess the perception of groups for the street greenery-planting models, in the first part of questionnaire, five models (two photographs of each model) were evaluated on a five-step rating scale. On the second part, the survey consisted of completing a questionnaire related to: (1) perception of street greenery condition and management in Yogyakarta. (2) perception of participation in street greenery. This research has focused on the use of street greenery models which enabled the respondents to enter and inform the street greeneries design. This technique is directed to describe each street greenery model, allowing preferences and perceptions to be expressed. Their input can info rm not only the adjectives values the street greenery models, but also pros and cons which can be used for better design and maintaining street greeneries. A hundred percent of the respondents stated that street greenery is needed. Street greenery on Gejayan Street was found better in maintenance and shelter function than Yohanes street. Although both streets respondent tends to respond that the street greenery needs to be improved, an average, Yohanes Street was seen as the street that needs to be improved more. Majority of the respondents preferred to ‘mix function’ for street greeneries, which are a combination between ‘beauty’ and ‘shelter’ function. Furthermore combination types of street greenery were more preferred than only single trees. The finding of this result, more than two third respondent tend to be ready to participate in street greenery remarkably high. They are open for working ‘together with government in maintaining and developing’. Only minority of respondents were not ready and ‘septic ’ for this form of participation. The group under thirty years old tended to rate adjective feeling for the street greenery models stronger than over thirty years old group. The men group also tended to rate adjective feeling for street greenery models stronger than the women group. And from the result, men group tends to be more ‘ready to take responsible in maintaining and developing’ on street greenery.

Kata Kunci : Persepsi,Partisipasi jalan penghijauan,Yogyakarta,Ruang penghijauan,Masyarakat kota, urban green spaces, street greenery, perception, difference preference, participation, Yogyakarta city


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.