Model layanan investasi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
URUFI, Zulfadly, Prof. Ir. A. Djunaedi, MUP., Ph.D
2008 | Tesis | S2 MPKDInvestasi merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan daerah. Otonomi daerah memberikan pengaruh terhadap model layanan investasi pada tiap daerah sesuai dengan karakternya. Provinsi DIY mempunyai pola layanan yang berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia. Kondisi ini mempengaruhi layanan bagi investor. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan berbagai model layanan investasi daerah di Provinsi DIY; dan (2) menemukan alternatif model layanan investasi daerah di Provinsi DIY. Penelitian ini menggunakan metode diskusi kelompok terfokus/focus group discussion (FGD) sebanyak tujuh putaran untuk membangun dan menguji model layanan investasi. Beberapa pengalaman-pengalaman terbaik (best practises) dan pembelajaran (lesson learned) dari daerah lain jadikan acuan. Model layanan didasarkan pada pengembangan kapasitas meliputi sistem, entitas, prasarana dan sarana, dan sumber daya manusia. Pemerintah Provinsi DIY dan kabupaten/kota di DIY menyadari pentingnya kerjasama antar daerah dalam upaya untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi penarikan investasi. Hal ini didasari oleh kesadaran untuk tidak memandang daerah sebagai batas adminsitrasi (adminsitrative boundaries) semata melainkan dalam skala lebih luas didasari oleh kepentingan ekonomi (economic boundaries) yang tidak mengenal batas adminsitrasi. Alternatif model layanan investasi pada yang dianggap memenuhi karakter daerah adalah melalui suatu forum kerja sama antar pemerintah berupa clearing house yang mempunyai fokus layanan one stop service bagi pemasaran dan promosi. Layanan kerjasama ini menjadi front office bagi investor yang akan melakukan investasi di seluruh kabupaten/kota di Provinsi DIY.
Investment is one of the important aspect in regional development. Regional autonomy gives influence towards investment service model in every region according to their character. The province of Yogyakarta has different service pattern compare to other regions in Indonesia. This pattern influences service for investor. This research aims to : (1) describe various region investment service model at the province of yogyakarta and (2) find alternative region investment service model at the province of yogyakarta. This research used focus group discussion/FGD method. Seven rounds of FGD were conducted to build and test investment service model. Several best practices and lesson learned from other regions were used also as references. Service model was based in capacity development system which includes: forms, infrastructure, and human resources. The province of Yogyakarta has realized the important of interregional agreement in the effort to creates good climate for investment withdrawal. This matter was provided by awareness not to look at region only as limit administrative boundaries but to more broader economic scale of the region. Alternative investment service model which is considered the most appropriate for the region is an intergovernmental cooperation forum in the form of clearing house. Such form is a kind of one stop service focusing on marketing and promotion. This agreement would served as the front office for the potential investors in this region
Kata Kunci : Model layanan,Pengembangan daerah,FGD