Laporkan Masalah

Program kampung siaga dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Cirebon

ROHGUNANTO, R. Harum, Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D

2008 | Tesis | S2 MPKD

Program kampung siaga adalah program Pemerintah Kota Cirebon di bidang kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam menangangi masalah-masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat, khususnya yang berhubungan dengan ibu hamil, bayi, dan anak balita (bawah lima tahun). Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Program Kampung Siaga dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Cirebon, khususnya penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan status balita gizi buruk dan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi partisipasi kader dalam keberhasilan program kampung siaga di Kota Cirebon. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deduktif kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara, observasi, dan pengumpulan data skunder. Lokasi penelitian, Kota Cirebon, Propinsi Jawa Barat. Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar kader kampung siaga (diatas 90%) berpersepsi sangat setuju akan keberhasilan program kampung siaga, baik dalam sosialisasi program, manfaat program, peran program, dan keberlanjutan program. Program kampung siaga mempengaruhi penurunan prevalensi gizi buruk tetapi tidak mempengaruhi penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Partisipasi kader Kota Cirebon dalam program kampung siaga sangat tinggi, yaitu 97,37% pada tahap persiapan, 100% pada tahap pelaksanaan, dan 94,74% pada tahap penilaian. Pada penelitian ini tidak ditemukan adanya hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan tingkat partisipasi kader dalam pelaksanaan program kampung siaga di Kota Cirebon. Hasil evaluasi program menunjukkan bahwa persepsi kader terhadap program kampung siaga dianggap berhasil dalam menekan AKI, AKB, dan prevalensi gizi buruk di Kota Cirebon, dan secara faktual program ini juga berpengaruh terhadap penurunan AKI dan prevalensi gizi buruk. Kader menerima dan melaksanakan Program Kampung Siaga dengan tingkat partisipasi yang tinggi (diatas 90%). Penelitian ini merekomendasikan bahwa peningkatan kerja sama lintas program dan lintas sektoral secara bersama-sama diperlukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Cirebon.

The Kampung Siaga Program is the Government program of Cirebon Municipality in health area aims to increase degree of public health. Through this program, it was expected to increase public participation to overcome health problems in society especially that related to pregnant mother, infant, and children less than five years old (balita). General purpose of this research is to evaluate the Kampung Siaga Program in order to increase degree of public health in Cirebon Municipality, especially to decrease mother mortality rate (MMR), infant mortality rate (IMR), and malnutrition of balita and to examine the factors that influence participation of cadre in successfulness of this program. The research was done by qualitative and quantitative deductive method. Data was collected using questionnaire, interview, observation, and secondary data collection. The locus of this research was Cirebon Municipality, West Java Province. This research found that perception of most cadre of kampung siaga (more than 90%) is very agrees on success of this program, in socialization of program, program benefit, the role of program, and continuity of the program. The kampung siaga program influences decreasing of prevalence of bad nutrition but doesn't influence decreasing of mother mortality rate and infant mortality rate. Participation of cadre of Cirebon Municipality in this program is very high, i.e. 97,37% at preparation phase, 100% at implementation phase, and 94,74% at assessment phase. There is no relationship between internal factor and external factor and level of cadre participation in implementation this program. The evaluation of the program indicated that cadre perception of the kampung siaga program was assumed succeeded to decrease MMR, IMR, and malnutrition prevalence in Cirebon Municipality, and in fact this program influences decreasing of MMR and malnutrition prevalence. Cadre accepts and implement the Kampung Siaga Program with high level of participation (more than 90%). This research recommends that the importance of increasing mutual assistance of cross program and inter sector is needed to increase the degree of public health in Cirebon Municipality.

Kata Kunci : Program kampung siaga,Derajat kesehatan masyarakat,Persepsi,Partisipasi,The kampung siaga program, public health degree, perception, and participation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.