Efektivitas program penataan kawasan pariwisata pantai Parangtritis Kabupaten Bantul
ANNIHAYAH, Prof. Dr. Yeremias T. Keban, S.U., MURP
2008 | Tesis | S2 MPKDKawasan pariwisata pantai Parangtritis merupakan icon utama pariwisata yang menarik minat wisatawan domestik maupun asing. Namun sejak 2004 terlihat tren kunjungan wisatawan yang terus menurun, seiring dengan kondisi kumuh kawasan dan di sebagian kecil lokasi menjadi ajang kegiatan prostitusi. Guna mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul sejak 2004 melaksanakan penataan kawasan ini, yang dituangkan dalam bentuk Keputusan Bupati No. 127/2004 tentang Rencana Teknis Obyek Wisata Pantai Parangtritis. Adapun tujuan program ini adalah untuk: meningkatkan kualitas fisik dan lingkungan kawasan obyek wisata Parangtritis; mendorong pelestarian dan konservasi lingkungan terhadap sumberdaya yang ada di kawasan obyek wisata Parangtritis; meningkatkan iklim investasi dan pemberdayaan masyarakat; serta mengembangkan potensi kepariwisataan kawasan obyek wisata Parangtritis sehingga mampu tumbuh dan berkembang sebagai tujuan wisata yang mempunyai daya tarik khusus dan memiliki peran serta yang strategis bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana efektivitas program penataan kawasan ini. Adapun jenis penelitiannya adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deduktif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya adalah kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan yang menjadi sasaran penelitian ini adalah stakeholders yang terdiri atas Pemerintah, Swasta dan masyarakat. Sementara teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunkan indikator efektivitas Gibson (1993) yang meliputi produktivitas, efisiensi dan kualitas pelayanan, pelaksanaan program penataan kawasan pariwisata pantai Parangtritis sampai saat ini belum efektif, karena tingkat pencapaian tujuan program sebesar 47,14%. Secara parsial, pencapaian tujuan peningkatan kualitas lingkungan dan peningkatan iklim investasi & pemberdayaan masyarakat belum efektif. Sementara pencapaian tujuan preservasi lingkungan dan budaya serta pengembangan potensi kaepariwisataan telah efektif. Selanjutnya penelitian ini merekomendasikan perlumya upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan iklim investasi serta upaya peningkatan kualitas lingkungan kawaasan melalui penertiban bangunan liar secara terus menerus.
Parangtritis coastal area has been the main icon of Bantul Regency’s tourism destination for both domestic and foreign tourists for the last decade. The number of tourists, however, declined significantly since 2004 due to the mash and unhealthy condition of the area. Facing the problems, Bantul Local Government eager to conduct the program of area rehabilitation based on 127/2004 Regent’s Decree about Technical Plan of Parangtritis Tourism Resort Development. The objectives of the program are; increasing the quality of physical-environment; endorsing environmental conservation as well as resources; promoting investment climate as well as empowering the society; and developing tourism potential of the area. The research aims to explore the effectiveness extent of the program. The research conducted in a qualitative method using deductive approach, by means of interview, observation, questionnaire and documentation for gathering both primary and secondary data. The objects of the research are program stakeholders specifically government agency, private sectors and society. Meanwhile a descriptive-qualitative technique is applied to analyze the data collected. The research results show that by using Gibson’s (1993) three effectiveness indicators which are production, efficiency and satisfaction, the program of area rehabilitation has not been effective since it reaches only total score of 47,14%. Partially, despite the program is effective in endorsing environmental conservation as well as resources preservation and developing tourism potential of the area; however it is ineffective in pursuing the quality of physical-environment and promoting investment climate as well as empowering the society issues. The researcher recommends the need of increasing physicallyenvironment quality and promoting investment as well as empowering the society.
Kata Kunci : Efektivitas program,Program penataan kawasan,Kawasan pariwisata,Program Effectiveness – Area Rehabilitation Program – Tourism Resort