The Socio-economic impacts of fishing port revitalization to the fisherman community in Palabuhanratu :: A case study in Palabuhanratu national fishing port Sukabumi regency, West Java, Indonesia
SUGIHARTINI, Lia, Ir. Leksono Probo Subanu, MURP., Ph.D
2008 | Tesis | S2 MPKDRevitalisasi Pelabuhan Perikanan merupakan program nasional untuk mengatasi kemiskinan pada masyarakat nelayan. Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki dan memperluas fungsi pelabuhan perikanan dalam rangka meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi nelayan. Salah satu target lokasi dari Revitalisasi Pelabuhan Perikanan adalah Pelabuhan Perikanan Palabuhanratu yang terletak di Kota Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Kendala utama yang dihadapi nelayan Palabuhanratu dalam melakukan kegiatan menangkap ikan antara lain kurangnya akses permodalan, akses kebutuhan dasar untuk menangkap ikan, akses informasi, teknologi, pasar termasuk juga akses pelayanan kesehatan. Selama ini, Pelabuhan Perikanan Palabuhanratu tidak dapat berfungsi optimal untuk mengakomodasi tuntutan untuk meningkatkan pelayanan kepada nelayan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai dampak sosio-ekonomi Revitalisasi Pelabuhan Perikanan pada nelayan Palabuhanratu, untuk menilai peran pelabuhan perikanan sebelum dan sesudah perbaikan kepada nelayan dan kebijakan pemerintah serta bagaimana Revitalisasi Pelabuhan Perikanan dapat memperngaruhi iklim usaha dan kegiatan ekonomi di Kota Palabuhanratu dan sampai sejauh mana akan memberikan manfaat pada nelayan Palabuhanratu. Penelitian ini menggunakan analisis before and after dengan menerapkan dua instrumen penelitian yaitu kombinasi antara observasi dan survei yang menggunakan in-depth interview dan kuesioner semi-struktur kepada 24 narasumber dan 102 responden. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif baik data primer dan data sekunder untuk menangkap fenomena yang terjadi sejak Revitalisasi Pelabuhan Perikanan. Setelah itu, dilakukan analisis dan diusulkan rekomendasi untuk kebijakan pembangunan selanjutnya. Berdasarkan hasil analisis, Revitalisasi Pelabuhan Perikanan telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kondisi sosio-ekonomi nelayan Palabuhanratu dan peningkatan kemudahan untuk mendapatkan pilihan alternatif yang lebih baik untuk melangsungkan kegiatan menangkap ikan mereka. Meskipun demikian, kondisi tersebut masih belum mencerminkan secara signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, karena tidak semua kemudahan yang disediakan oleh Revitalisasi Pelabuhan Perikanan dapat bermanfaat secara maksimal kepada nelayan sebagai penerima. Nilai-nilai sosio-budaya dan sistem usaha yang mengikat erat tidak dapat dirubah secara langsung. Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah perlu untuk mendesain tindakan lebih lanjut dalam rangka untuk meningkatkan kemandirian dan posisi tawar nelayan. Rekomendasi untuk pemerintah pusat dan daerah yang diajukan adalah sebagai berikut: 1) membuat kerjasama alternatif dengan insititusi keuangan yaitu dengan menyediakan bantuan modal sebagai jaminan pemerintah kepada nelayan, 2) membentuk badan usaha milik nelayan untuk membuat usaha nelayan lebih efisien, efektif dan menguntungkan, 3) mengembangkan usaha skala mikro dan kecil sebagai alternatif kegiatan usaha dengan meningkatkan kapasitas usaha, keahlian, inovasi dan ketersediaan skim kredit untuk membuat usaha mereka lebih mandiri, berkelanjutan dan mampu bersaing, 4) mendorong pembangunan ekonomi lokal dengan memperkuat kemitraan antara sektor swasta dan masyarakat serta mengembangkan kluster industri berdasarkan kegiatan ekonomi tertentu dengan memanfaatkan peluang pasar lokal, nasional dan internasional, 5) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembuatan keputusan, dan 6) meningkatkan pemberdayaan dan kapasitas kelembagaan pada masyarakat nelayan dalam rangka memperkuat keahlian perseorangan dan manajemen usaha. Untuk penelitian selanjutnya, pada prinsipnya, pembangunan pelabuhan perikanan diarahkan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, maka dari itu analisis dari aspek lingkungan dianggap penting pula untuk dilakukan. Mengetahui inisiatif masyarakat nelayan untuk mengembangkan cara bertahan diri mereka mengingat keterbatasan intervensi dari pemerintah juga sangat menarik untuk dianalisis.
Kata Kunci : Revitalisasi pelabuhan perikanan,Nelayan,Pendapatan