Laporkan Masalah

Efek sitokinin dalam medium pulsing dan perbedaan panjang tangkai terhadap penundaan kelayuan bunga potong krisan (Dendranthema grandiflora Tzvelev

SUDJARWO, Tony, Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St

2008 | Tesis | S2 Biologi

Bunga potong krisan (Dendranthema grandiflora Tzvelev) merupakan salah satu bunga potong yang eksotik dan menarik perhatian, tetapi umur kesegaran/masa simpannya hanya 5 sampai 7 hari. Banyak penelitian telah dilakukan untuk memperpanjang umur kesegaran bunga potong, diantaranya menggunakan metode pulsing atau perendaman dalam waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek aplikasi sitokinin dengan metode pulsing dan efek perbedaan panjang tangkai pada bunga potong krisan tipe spray dan tipe standard terhadap kelayuan bunga. Bahan penelitian menggunakan bunga potong krisan varietas Puma Yellow untuk tipe spray dan varietas Fiji White untuk tipe standard yang diperoleh dari kebun krisan di Desa Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta. Larutan pulsing berisi campuran sukrosa 4%, asam benzoat 500 ppm dan hormon sitokinin dengan perbandingan 1:1:1 (v/v/v). Penelitian dilakukan untuk masing-masing tipe (spray dan standard) menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan desain Faktorial 3 ´ 4 dan masing-masing perlakuan dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah variasi panjang tangkai yang terdiri atas 3 taraf yaitu 20 cm, 30 cm dan 40 cm, sedangkan faktor kedua adalah variasi kadar sitokinin yang dicampurkan dalam larutan pulsing, terdiri atas 4 taraf yaitu 0 (kontrol), 0,25 ppm, 0,50 ppm dan 0,75 ppm. Parameter yang diamati terdiri dari umur kesegaran bunga, kelayuan mahkota bunga, kelayuan daun, banyaknya penyerapan air, penurunan berat segar, kandungan klorofil pada daun, kandungan antosianin sel epidermis atas mahkota bunga dan produksi etilen pada bunga potong. Aplikasi sitokinin 0,50 ppm dalam campuran larutan pulsing pada bunga potong krisan tipe spray dengan panjang tangkai 20 cm memperpanjang penundaan kelayuan bunga secara nyata (signifikan) selama ± 5 hari, atau bunga dapat bertahan kesegarannya sampai hari ke-13. Sitokinin juga menyebabkan penundaan kelayuan mahkota, penundaan kelayuan daun, mempertahankan berat segar dan meningkatkan jumlah penyerapan air dibanding dengan kontrol. Untuk bunga potong krisan tipe standard, kombinasi perlakuan yang diberikan tidak efektif dalam penundaan kelayuan bunga.

Chrysanthemum (Dendranthema grandiflora Tzvelev) cut flowers are esotic and interested cut flower, but their vase life are only 5 to 7 days. Several studies have been reported concerning methods to extent vase life of cut flower, such as pulsing methods or soaking the stem of cut flower for a short time in certain solution. The purpose this research was to evaluate the effect of cytokinin applied in pulsing medium and variation of stem length on the vase life of chrysanthemum cut flower both spray and standard types. The variety of chrysanthemum used were Puma Yellow (as a representative of spray type) and Fiji White (as a representative of standard type). Both varieties were obtained from the chrysanthemum field which belong to farmers in Hargobinangun village, Sleman Regency, Yogyakarta. The pulsing solution was prepared by mixing sucrose 4% and benzoic acid 500 ppm and cytokinin of 0 ppm (control), 0.25 ppm, 0.50 ppm and 0.75 ppm with proportion of 1:1:1 (v/v/v). The design of the experiment used was Completely Randomized Design, 3´4 factorial with 5 replication for each treatment combination. The first factor is the stem length variation which consists of three level i.e. 20 cm, 30 cm and 40 cm, whereas the second factor is the variation of cytokinin concentration mixed into the pulsing solution, which consist of 4 level i.e. 0 ppm (control), 0.25 ppm, 0,50 ppm and 0,75 ppm. Parameters observed were duration of vase life, petal senescence, leaves senescence, water uptake, fresh weight, chlorophyll content, score of anthocyanin level in upper epidermal cells of petal and ethylene production on cut flower. The results of this research showed that cytokinin application of 0.50 ppm into the pulsing solution on chrysanthemum flower (spray type) which has stem length of 20 cm caused a significant increase in the duration of vase life (up to 5 days) or that the vase life of the cut flower can reach to 13 days. This treatment also caused delay of petal senescence, leaves senescence, less reduction in the fresh weight and greater water uptake compared to control. On the other hand, all treatments applied to chrysanthemum cut flower standard type have not been able to delay flower senescence.

Kata Kunci : Dendranthema grandiflora Tzvelev,Metode pulsing,Panjang tangkai,Sitokinin,Penuaan, Dendranthema grandiflora Tzvelev, pulsing methods, cytokinin, stem length, senescence.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.