Pengaruh pemberian glifosat secara pratanam dan penambahan urea atau legin terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.)
FITRIYANI, Inun, Prof. Dr. Santosa
2008 | Tesis | S2 BiologiGlifosat merupakan herbisida bersifat tidak selektif yang tidak hanya mematikan tanaman tetapi juga menghambat aktivitas mikroorganisme tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi glifosat secara pratanam terhadap pertumbuhan kacang tanah (A. hypogaea L.) yang dikombinasikan dengan pupuk urea atau inokulasi Rhizobium (legin). Percobaan pertama adalah uji persistensi menggunakan rancangan acak lengkap. Faktor pertama adalah waktu aplikasi glifosat (7.2 mg/pot) terdiri atas: 15 hari sebelum tanam, tujuh hari sebelum tanam, nol hari sebelum tanam dan tanpa glifosat sebagai kontrol. Faktor kedua adalah konsentrasi legin terdiri atas: 0.0; 6.9 dan 13.75 mg/biji. Masing-masing kombinasi perlakuan dengan 6 ulangan. Percobaan kedua menggunakan rancangan yang sama, faktor pertama adalah konsentrasi glifosat, terdiri atas: 0.0; 1.8; 3.6 dan 7.2 mg/pot. Faktor kedua yaitu konsentrasi legin, terdiri atas: 0.0; 6.9 dan 13.75 mg/biji dan konsentrasi urea, terdiri atas: 0.0; 0.1 dan 0.2 g/pot. Masing-masing kombinasi perlakuan dengan 6 ulangan. Parameter pertumbuhan yang diamati antara lain: tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, berat segar dan berat kering akar, tajuk, dan rasio akar-tajuk. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam (Anova) dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%. Untuk membandingkan efektivitas kombinasi perlakuan antara glifosat dan urea dengan glifosat dan legin dilakukan dengan uji-T (T-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan uji persistensi, waktu aplikasi glifosat 15 hari sebelum tanam tidak memberikan efek penghambatan terhadap pertumbuhan A. hypogaea L. Pertumbuhan A. hypogaea L. pada perlakuan kombinasi glifosat dan urea lebih baik dari pada perlakuan kombinasi glifosat dan legin.
Glyphosate is a non selective, broad spectrum herbicide which not only kills plants, but also suppresses soil microbial activity. This study was carried out to investigate the effects of pre-sowing glyphosate application on the growth of peanut (A. hypogaea L.) combined with urea fertilizer or Rhizobium inoculation (legin) in a pot experiment (4 kg soil/pot). First experiment was persistence test using factorial completely randomized design. Time of glyphosate application (7.2 mg/pot) was first factor, i.e. 15 days before sowing, seven days before sowing, time of sowing and no glyphosate as control. Second factor was concentration of legin applied, i.e. 0.0; 6.9 and 13.75 mg/seed respectively. Six replicates for each combination treatment were used in this experiment. Second experiment was using the same design, first factor was glyphosate concentration, i.e. 0.0; 1.8; 3.6 and 7.2 mg/pot and second factor was legin concentration, i.e. 0.0; 6.9 and 13.75 mg/seed and urea concentration, i.e. 0.0; 0.1 and 0.2 g/pot respectively. Six replicates were used for each combination treatment. The growth parameters observed were: plant height, leaf number, branch number, fresh and dry weights of root, shoot and root/shoot ratio. The collected data were analyzed by using Anova and advance test using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5% level of significant. To compare the effectiveness of treatment combination between glyphosate and urea or legin, T-test was applied. The results revealed that application of glyphosate at 15 days before sowing gave no effect on peanut growth. Urea gave better growth of peanut than legin inoculation after glyphosate application at 15 days before sowing.
Kata Kunci : Glifosat,Pratanam,Legin,Urea,Arachis hypogaea L