Pertumbuhan tanaman kangkung ((Ipomoea aquatica (L.) Forsk.) pada tanah gambut dengan penambahan cangkang telur, abu sekam dan pupuk kandang
MAKROMAH, Nurul, Prof. Dr. Santosa
2008 | Tesis | S2 BiologiPemanfaatan lahan gambut sebagai tanah pertanian ternyata banyak menemui faktor pembatas dalam pengusahaannya, antara lain reaksi tanah sangat masam dan kandungan hara yang tersedia rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut biasanya dilakukan pengapuran tanah. Penambahan kapur menyebabkan peningkatan pH dan ketersediaan unsur hara. Penelitian ini menggunakan cangkang telur dan abu sekam sebagai sumber kalsium untuk mengatasi kekurangan kalsium pada tanah dan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang terhadap pertumbuhan kangkung. Penelitian ini menggunakan 1,5 kg tanah gambut per polybag dan satu tanaman per polybag. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama cangkang telur, dengan empat aras yaitu: 0,0-1,5-3,0 dan 4,5 g per polybag kemudian faktor kedua abu sekam dengan empat aras yaitu: 0,0-5,0-10,0-15,0 g per polybag. Faktor ketiga pupuk kandang yaitu: 0,0 and 50,0 g per polybag. Dilakukan enam ulangan dari masing-masing kombinasi perlakuan. Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar pucuk dan akar, berat kering pucuk dan akar, rasio akar pucuk. pH tanah, jumlah Ca dan Fe pada pucuk. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam (Anava) dan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji α = 5%. Penambahan pupuk kandang meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung. Penambahan cangkang telur meningkatkan pH tanah gambut. Penambahan abu sekam dan pupuk kandang pada tanah gambut menurunkan konsentrasi Ca dan Fe pada pucuk tanaman kangkung.
Peat soil has at least two disadvantages for crop field i.e. low pH and low nutrient availability. To overcome such problems people used calcareus soil or chalk as amelioration to raise the pH and later increase nutrient availability. This study try to use egg shell and rice husk ash as calcium source to overcome the deficient soil and to know the effects of chicken manures on the growth of water spinach. Pot experiments were performed using 1,5 kg of peat soil per pot planted with one plant per pot. Factorial completely randomized design was used in this study. First factor was egg shell powder addition, given in four levels i.e: 0,0-1,5-3,0 and 4,5 g per pot respectively. Second factor was rice husk ash, given in four levels i.e: 0,0-5,0-10,0-15,0 g per pot. Third factor was chicken manure i.e: 0,0 and 50,0 g per pot. Six replication were performed for each combination treatment. Growth parameters measurement were plant height, number of leaves and branches, stem diameter, leaf area, shoot and root fresh weight, shoot and root dry weight, and root/shoot ratio. Additional measurements were soil pH, Ca and Fe content of shoot. Collected data were analyzed by using Anova and followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) with significant level at α=5%. The results indicated that chicken manure significantly increase plant growth, egg shell increase soil pH while rice husk ash and chicken manure reduced Ca and Fe content in the leaves.
Kata Kunci : Ipomoea aquatica L,Gambut,Cangkang telur,Abu sekam,Pupuk kandang, peat soil, water spinach, egg shell, rice husk ash, chicken manure