Laporkan Masalah

Kriptosistem kunci asimetrik menggunakan algoritma genetika pada data citra

PALUPI, Retno, Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D

2008 | Tesis | S2 Ilmu Komputer

Kriptosistem merupakan suatu teknik di dalam menjaga keamanan data dan informasi supaya tidak dapat diketahui dan dibaca oleh pihak yang tidak berwenang. Kriptosistem kunci asimetrik menggunakan dua kunci yang berbeda yaitu kunci publik untuk melakukan enkripsi dan kunci privat untuk melakukan dekripsi. Setiap orang dapat mengirimkan pesan rahasia hanya dengan menggunakan kunci publik, tetapi pesan hanya dapat didekripsi dengan kunci privat, yang merupakan milik penerima yang dituju. Ada banyak metode kriptosistem asimetrik yang dilakukan untuk mengenkripsi dan mendekripsi data. Penelitian ini mengajukan suatu metode baru dengan memanfaatkan kriptosistem kunci asimetrik pada data citra, menggunakan algoritma genetika murni. Metode ini mengeksploitasi komponen-komponen yang dimiliki oleh algoritma genetika (genetic algorithm), yaitu operasi crossover, operasi mutasi, crossover rate dan mutation rate. Proses yang dilakukan adalah merancang pembentukan kunci menggunakan mutasi, enkripsi dan dekripsi dengan menggunakan crossover dan mutasi. Proses crossover yang dilakukan menggambarkan teknik transposisi, sedangkan mutasi menggambarkan teknik substitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra hasil enkripsi bersifat reversible, dapat dikembalikan dengan baik seperti citra aslinya.

Cryptosystem is a technique to keep data and information security in order not to be known and read by incompetent party. The asymmetric key cryptosystem uses two different keys: public key to do encryption and private key to do description. Everyone can send the secret message with only using the public key, but the message can only be described used privately, belongs to targeted receiver. There are many asymmetric cryptosystem conducted to encrypt and to describe data. The research proposes a new method to conduct cryptography using asymmetric key in image data using a pure genetic algorithm. This method exploits the components of genetic algorithm such as crossover and mutation operations, crossover and mutation rates. The process conducted was designing the key development process using mutation, encryption, and description using cross crossover and mutation. The crossover was conducted to describe the transposition technique, while the mutation one describes the substitution technique. The result of research shows that encryption-resulted image is reversible, and can be reverted well as the original image.

Kata Kunci : Kriptosistem asimetrik,Substitusi,Transposisi,Crossover,Mutasi,Crossover rate,Mutation rate,Algoritma genetika, asymmetric cryptosystem, substitution, transposition, crossover, mutation, crossover rate, mutation rate, genetic algorithm


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.