Laporkan Masalah

Pengaruh giberelin dan temperatur terhadap struktur anatomi biji dan pertumbuhan semai gandaria (Bouea macrophylla Griffith)

SINAY, Hermalina, Dr. Maryani, M.Sc

2008 | Tesis | S2 Biologi

Gandaria (Bouea macrophylla Griffith), adalah tanaman buah-buahan famili Anacardiaceae. Buah gandaria yang masih muda dapat dimanfaatkan sebagai lalapan, atau asinan sedangkan buah matang dapat dimakan langsung sebagai buah segar, atau dibuat jus. Saat ini jumlah individu gandaria khususnya di Ambon semakin berkurang, karena pohon gandaria ditebang oleh masyarakat dan lahan tempat tumbuhnya dijadikan lahan pemukiman, tanpa disertai upaya pelestarian atau pembudidayaan baik secara generatif (melalui biji) maupun secara vegetatif (melalui batang, atau stek). Meskipun secara alami, biji gandaria dapat berkecambah, tetapi untuk dapat berkecambah dan tumbuh dengan cepat dapat diberi perlakuan tertentu untuk memacu perkecambahan. Perlakuan suhu rendah atau tinggi, perendaman dalam larutan asam atau pelarut organik, dan hormon tumbuh dapat dipakai untuk memacu perkecambahan. Salah satu hormon tumbuh yang dapat memacu perkecambahan yaitu giberelin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh giberelin dan temperatur terhadap struktur anatomi biji dan pertumbuhan semai gandaria. Dalam penelitian ini digunakan rancangan acak lengkap bentuk faktorial. Faktor 1 adalah konsentrasi giberelin yang terdiri dari empat level konsentrasi yaitu 0 ; 0,2 ; 0,4 dan 0,8 ppm dan faktor 2 adalah temperatur yang terdiri dari tiga level yaitu 40C, 290C dan 370C, setiap kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Parameter anatomi yang diamati meliputi struktur anatomi kulit biji, kotiledon dan embrio. Parameter fisiologi yang diukur dan diamati meliputi ukuran panjang, lebar dan berat biji sebelum dan sesudah perlakuan, kecepatan munculnya semai, persentase munculnya semai, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar dan berat kering akar, serta berat segar dan berat kering pucuk. Data pengamatan struktur anatomi biji disajikan dalam bentuk gambar dan dideskripsikan, sedangkan data pengamatan fisiologi dianalisis menggunakan analisis keragaman (Analisis of variance) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test/DMRT) untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan giberelin dan temperatur berpengaruh terhadap struktur anatomi biji, yaitu di bagian kotiledon terdapat penguraian amilum, sedangkan pada kulit biji dan embrio, tidak tampak adanya pengaruh perlakuan giberelin dan temperatur. Secara fisiologi, kecepatan munculnya semai dengan nilai tertinggi diperoleh pada kombinasi perlakuan G3T1 yaitu giberelin 0,4 ppm pada temperatur 40C. Sementara itu, persentase munculnya semai, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar dan berat kering akar dan pucuk memiliki nilai tertinggi pada kombinasi perlakuan G2T1 yaitu giberelin 0,2 ppm pada suhu 40C. Dari hasil ini, disimpulkan bahwa pertumbuhan kecambah dengan kuantitas dan kualitas tertinggi diperoleh pada kombinasi perlakuan G2T1 yaitu konsentrasi giberelin 0,2 ppm pada temperatur 40C.

Gandaria (Bouea macrophylla Griffith), is one of the fruit plants belongs to family Anacardiaceae. Young fruits of gandaria are normally consumed as salad, while mature fruits are consumed as fresh fruit or juice. Recently, the population of gandaria is getting less due to people activity of cutting trees for housing. On the other hand, this activity is not followed by replanting new plants for maintaning this species. Naturally, the seed of gandaria can germinate and grow, but its growth is slow. Treatments with cold or warm stratification, acid and organic solution or growth hormones can be applied to promote germination. Gibberellins is one of growth hormones that can promote seed germination. The objectives of this research were to study the effects of gibberellins and temperature on anatomical seed structure and seedling growth of gandaria. Samples used in this research were mature fruits of gandaria taken from Lateri Ambon. Anatomical variables investigated were tissues that compose the seed coat, cotyledon and embryo, while physiological variables measured were lenght, wide, and weight of seed before and after gibberellins and temperature treatments, the speed and percentage of seedling emergence, plant height, leaf number, and fresh and dry weight of roots and shoots. Factorial pattern of complete randomized block design was used in this research with the first factor were gibberellins concentrations which consist of 4 levels 0 ; 0,2 ; 0,4 and 0,8 ppm , and the second factor were temperature which consist of 3 levels 40C, 290C and 370C, each combination treatment with three replication. Anatomical data were discribed and displayed in the form of pictures, while physiological data were analyzed using analysis of variance and followed by Duncan multiple range test (DMRT) at the significant level of 5%. The results showed that gibberellins and temperature influenced the anatomical seed structure especially in cotyledon shown as amylum degradation. In the seed coat and embryo, there was no effect of gibberellins and temperature. Physiologically, gibberellins and temperature significantly increased percentage of seedling emergence, plant height, leaf number, fresh weight and dry weight of root and shoot with the highest value obtained in 0,2 ppm gibberellins at temperature 4oC treatment. The highest value of seedling emergence was obtained in 0,4 ppm of gibberellins concentration at temperature 40C treatment. It can be concluded that the best quality and quantity of seedling was obtained in treatment of 0,2 ppm gibberellin concentration at temperature 4oC .

Kata Kunci : Giberelin,temperatur,Struktur anatomi biji,Pertumbuhan semai,Gandaria, Gandaria, gibberellins, temperature, anatomical seed structure and seedling growth


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.