Analisis vegetasi pada lahan bekas penambangan batubara di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan
NORAGAINA, Prof. Dr Jusuf Subagja, M.Sc
2008 | Tesis | S2 BiologiKegiatan penambangan batubara di Kabupaten Balangan telah menimbulkan kerusakan lingkungan baik pada aspek iklim mikro setempat maupun pada tanah. Adanya aktivitas penambangan batubara telah membuat masyarakat resah karena tanaman pada ladang mereka hampir tidak ada yang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan struktur vegetasi antara habitat yang belum ditambang dengan yang sudah ditambang, perbedaan struktur vegetasi pada berbagai habitat yang sudah ditambang baik yang reklamasi maupun yang tidak di reklamasi pada umur yang berbeda yaitu empat tahun dan enam tahun. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai Juli 2008 pada wilayah tambang milik PT Adaro. Wilayah ini terdapat di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuadrat dengan plot sebagai unit sampling. Pada masing-masing-masing habitat pengambilan sampel menggunakan plot dengan ukuran 1x 1m untuk herba dan semai, 2 x 2m untuk pancang, 5 x 5m untuk herba dan tiang dan 10 x 10 m untuk pohon. Pada tiap-tiap habitat pengambilan sampel 6 kali. Vegetasi yang ditemukan diidentifikasi untuk mengetahui komposisi dari vegetasi. Data dianalisis dengan ordinasi dua dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penambangan menyebabkan kerusakan drastis pada vegetasi. Terjadi penurunan keanekaragaman, jumlah jenis, pada pohon dan semak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas penambangan, waktu, dan reklamasi berpengaruh terhadap faktor-faktor lingkungan, tentu juga berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetasi. Reklamasi mutlak diperlukan untuk pemulihan vegetasi.
Coal mining activity in Balangan District, South Kalimantan has caused environmental damages to the microclimate and the soil subsystem. The people being restless since almost no plants live in the field. This study aimed to know the difference between the habitats before and after mining and the vegetation structure. The after mining habitates included the reclamated and unreclamated, both for four and six years after mining. The study began in March to July 2008 at PT Adaro mining area. The area located in Balangan District South Kalimantan. Square method sampling were applied. Each habitats was sampled by the use of 1x1 m plots for herbs and seedlings, 2x2 m plots for saplings, 5x5 m plots for herbs and poles, and 10x10 m plots for trees. Each habitate was sampled 6 times..The plants were identified to examine the species composition of the vegetation. The data were then analyzed by two dimentions ordination. This study showes that mining activity drastically damage the vegetation. It showed the decrease of the variety and species richness for trees, herbs as well as saplings. The results also showed that mining activity, time, dan reclamation influenced enviromental factors, and these influenced the growth of vegetation. Reclamation is absolutely needed for the recovery of the vegetation there.
Kata Kunci : Batubara,penambangan,Struktur vegetasi,Ordinasi,Reklamasi, coal mining, vegetation structure, reclamation, ordination.