Struktur vegetasi dan status mikorhiza tumbuhan lantai hutan pada tegakan gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Steud.) dan akasia (Acacia auriculiformis A. Cunn.ex Benth) di hutan Wanagama I
MARGAWATI, Ratna, Dr. Retno Peni Sancayaningsih, M.Sc
2008 | Tesis | S2 BiologiHutan merupakan ekosistem yang tersusun atas pohon, tumbuhan lantai hutan, dan jasad renik yang hidup di dalam dan di atas permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dinamika tumbuhan lantai hutan, serta hubungan jenis tumbuhan lantai hutan yang dominan dengan status mikorhizanya. Penelitian dilaksanakan di hutan Wanagama I Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, di bawah tegakan gamal (Gliricidia sepium) dan tegakan akasia (Acacia auriculiformis). Sejumlah 8 plot kuadrat ukuran 1m x 1m ditempatkan secara acak pada masing-masing tegakan, kemudian dinamika tumbuhan lantai hutan diamati setiap 2 minggu, sejak tanggal 30 juli sampai tanggal 9 Desember 2007. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah dinamika tumbuhan lantai hutan; status mikorhiza tumbuhan lantai hutan yang dominan; dan faktor fisik lingkungan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi dan ordinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada persamaan jenis tumbuhan yang ditemukan di bawah tegakan gamal dan tegakan akasia, yaitu 7 jenis dari 7 familia. Ada 2 jenis tumbuhan dan 1 familia yang berbeda di bawah tegakan gamal. Barleria prionitis dan Bauhinia sp mampu beradaptasi lebih baik dari spesies yang lain, baik di bawah tegakan gamal maupun di bawah tegakan akasia. Komunitas tumbuhan lantai hutan di bawah tegakan gamal mempunyai stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan di bawah tegakan akasia, dilihat dari indeks keanekaragaman jenis, indeks kemerataan, dan status mikorhizanya. Hasil ordinasi menunjukkan dinamika tumbuhan lantai hutan di bawah tegakan gamal lebih jelas dan cepat perubahannya dibandingkan dinamika di bawah tegakan akasia.
Forest is an ecosystem consists of stand, forest’s floor, and microorganism which live inside and on the soil surface. This research is aimed to study forest’s floor dynamics, and the relation between forest’s floor vegetation and its mycorhiza. This reseach is done in Wanagama I forest, Playen Distric, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta under the gamal stand (Gliricidia sepium) and acacia stand (Acacia auriculiformis). Eight plot quadratic plots of 1m x 1m size were placed randomly at each stand. The dynamics of forest floor species have been observed every 2 weeks since July 30 until December 9, 2007. Variables observed in this research were: density and frequency, mycorhizal status of dominant species, and the environment factors. The obtained data were analyzed with correlation and ordination analysis. The results of this study showed similar forest species were found under gamal and acacia stands, with at least it has 7 species that belong to 7 families. There were 2 additional species and 1 family found under the gamal stand. Barleria prionitis and Bauhinia sp were able to adapt better than other species either under the gamal stand or under the acacia stand. Gamal forests floor community had higher stability compared to acacia stand, based on its diversity and evennes indices, and mycorrhizal status. Ordination analysis resulted that dynamic of gamal foretst floor was faster and the changes were more settled than those of acacia forests floor.
Kata Kunci : Lantai hutan,Mikorhiza,Tegakan gamal dan akasia,Wanagama,forest floor, mycorrhiza, gamal and acacia stand