Sistem informasi geografis untuk penentuan arahan fungsi pemanfaatan lahan di Kabupaten Merauke Provinsi Papua
ISMANTO, Heru, Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc., Ph.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu KomputerDalam rangka mencapai hasil pembangunan yang berkelanjutan dan guna terciptanya kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan maka diperlukan suatu bentuk perencanaan yang mengarahkan pemanfaatan lahan menurut fungsinya. Sistem Informasi Geografis Arahan fungsi pemanfaatan lahan di Kabupaten Merauke Provinsi Papua disusun berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) kabupaten merauke. Data yang dimaksud adalah data dalam bentuk spasial yaitu data peta kemiringan lereng, data peta jenis tanah untuk peta kepekaan tanah terhadap erosi serta data intensitas curah hujan dari peta curah hujan. Dengan menggunakan ketiga faktor utama tersebut arahan fungsi pemanfaatan lahan di kabupaten merauke dapat ditentukan dengan cara menumpangsusunkan (overlay) ketiga data peta tersebut dan dengan menjumlahkan skornya, didapatkan satuan-satuan lahan. Satuan-satuan lahan ini menjadi dasar penetapan arahan fungsi pemanfaatan lahan dengan berdasarkan kriteria kawasan fungsi pemanfaatan lahan yang sesuai dengan Kriteria yang ditetapkan oleh Departemen Kehutanan RI (1993) serta SK Menteri Pertanian No. 831. Sistem Informasi Geografis yang dibuat dapat menentukan arahan fungsi pemanfaatan lahan, dapat menampilkan informasi kawasan menurut fungsi pemafaatan lahan yang berada di Kabupaten Merauke yakni kawasan penyangga, kawasan budidaya tanaman tahunan serta kawasan budidaya tanaman semusim dan permukiman.
In order to reach sustainable development and to create long lasting environmental function and balance, it is necessary to have a plan directing function-based land usage. Geographical Information System for land usage guidance in Merauke regency of Papua Province was made based on data obtained from the Regional Development Planning Agency (BAPPEDA) of Merauke Regency. It was spatial data consisting of slope inclination map data, soil type map for land sensitivity against erosion map and data of rainfall intensity from rainfall map. Using of three factors, guidance of land use in Merauke regency can be determined by overlaying the three maps and, by summing their score, land units can be obtained. The land units were base for determining land function guidance based on criteria of land use function area according to criteria established by the Forestry Ministry (1993) and Decree of Agricultural Minister no.831. Geographical Information System can present guidance of land use, area information based according to land use function in Merauke regency, consisting of buffer area, cultivation area for annual plant and cultivation area for perennial plant and settlement.
Kata Kunci : Sistem informasi geografis,Arahan fungsi lahan,Kabupaten Merauke,Geographical Information System, land function guidance, Merauke regency