Laporkan Masalah

Daya tahan industri mebel ukir Jepara di tengah gejolak perubahan sosial budaya kurun waktu 1997-2006

KURNIAWAN, Bambang Kartono, Prof. Drs. SP. Gustami, S.U

2008 | Tesis | S2 Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa

Penelitian tesis yang berjudul “Daya Tahan Industri Mebel Ukir Jepara di Tengah Gejolak Perubahan Sosial dan Budaya Kurun Waktu 1997–2006” ini berusaha mengungkap permasalahan yang bertalian dengan situasi perubahan sosial dan budaya melalui pendekatan sosiologis dan historis. Selain itu, diharapkan dapat memberi pemahaman upaya pelaku mebel ukir dalam menghadapi tantangan masyarakat global. Banyak pihak meragukan pelaku industri mebel ukir dalam menghadapi persaingan dan perdagangan baik nasional maupun internasional. Tekanan internal dan eksternal menyebabkan pelaku industri mebel ukir menghadapi fase–fase tidak menentu. Oleh karena itu, peran kebijakan kelembagaan pemerintah seharusnya bisa terintegral, lembaga pendidikan formal maupun non formal selayaknya siap menghadapinya, sedangkan komunitas industri mebel seharusnya bisa menjadi cermin kesadaran pelaku industri dalam memaknai secara bijaksana potensi tradisi. Karya olah cipta produksi mebel ukir cenderung stagnan dan tidak berdaya menyikapi terbatasnya sumber daya alam. Sementara itu, muncul faktor eksternal berupa peringatan ancaman kerusakan hutan dan upaya pengelolaan lingkungan yang lestari, di samping adanya perubahan selera pasar akibat berkembangnya sistem kapitalisme. Fenomena daya tahan industri mebel ukir sedang mengalami proses transformasi budaya dari pola tradisi menuju moderen. Mentalitas budaya industri pelaku mebel ukir masih perlu dipersiapkan dalam menghadapi perubahan sosial dan budaya, baik oleh individu maupun secara kolektif. Kebijakan regulasi pemerintah perlu memprioritaskan program peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia berbasis penguasaan teknologi dan pemanfaatan sumber daya alam. Dalam upaya memulihkan eksistensi mebel ukir Jepara, perlu dilakukan langkah-langkah dalam inovasi mebel untuk mengukur kemampuan kreativitas, efisien dalam penggunaan sumber bahan kayu, dan komitmen kualitas mebel ukir Jepara. Pada akhirnya, sikap tindakan tersebut akan menghasilkan daya tahan industri, inovasi produk yang bernilai tambah dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan para perajin, pengusaha mebel, dan keberlangsungan industri mebel ukir Jepara.

This research entitled “ The Survivbility of Jepara’s Crafted Furniture Industries during the social and Cultural Changes in 1997-2006” is aimed to describe the problems connected with social and cultural situation using historical and sociological approach. It is also meant to understand the efforts of those crafted furniture entrepreneurs to adopt such situation from the global community challenge. Many are arguing the survivability of the furniture industries in facing the competition and trade either nationally and internationally. Internal and external pressuares has also caused the furniture industries. Therefore, the roles of government policies should be integrated, and the formal and informal education institutions must be aware of this conditions. Jepara’s furniture industrial community reflects the entrepreneurs awareness in empowering the traditional potencies. The arts of crafted furniture tend to be stagnant and powerless should they be comprised with the lack of natural wood resources. External factors like forest degradation as well as efforts to preserve environment have emerged, besides the change in markets tendencies due to the development of capitalism. The survivability of crafted furniture industries has been transformed from traditional pattern to modern. At this phase, cultural mentality need to be well prepared in facing the social and cultural transformation, either individually or collectively. Policies and regulations must prioritise in human resources development base on technological mastering and utilization of natural resources. In recovering the existence of Jepara crafted furniture, steps are prevailed to enhance creativity, efficiency (in natural resources utilization), and commitment for quality. In the end such action will surely strengthen the survivability of this industries and increasing the wealth of those workers and entrepreneurs in this area, and last but not least the crafted furniture industries in Jepara shall preserved.

Kata Kunci : Daya tahan industri mebel ukir,Perubahan sosial dan budaya, Survivebility, Crafted Furniture Industrries, Social, and Culture Changes


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.