Laporkan Masalah

Keluhan kesehatan lansia dan cara pengobatan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

LESTARI, Nining Sofiati, Prof. Drs. Kasto, M.A

2008 | Tesis | S2 Kependudukan

Keluhan kesehatan lansia dan cara pengobatan merefleksikan tindakan seseorang dalam hal ini lansia ketika merasakan terganggu aktivitasnya dan berusaha untuk mengatasinya. Hal tersebut erat kaitannya dengan tingkat kesadaran pada diri lansia dan keluarganya serta lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah keluhan kesehatan lansia dan cara pengobatan menurut variabel umur, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan, serta desa/ kota. Penelitian ini menggunakan data sekunder, dengan mengambil dari data Susenas tahun 2004. Metode analisis yang digunakan metode analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif dengan menggunakan uji beda Chi-Quadrat untuk melihat perbedaan jumlah keluhan kesehatan antara variabel-variabel yang ada. Sedangkan untuk melihat perbedaan cara pengobatan dengan menggunakan uji beda Chi-Quadrat pada variabel-variabel yang ada. Dari hasil uji beda Chi- Quadrat tersebut akan digunakan untuk menganalisis dan membuktikan hipotesis. Jumlah keluhan kesehatan lansia di kota dan didesa tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Cara pengobatan menunjukkan tidak terdapat perbedaan menurut umur. Cara pengobatan tradisional menjadi pilihan lansia yang tidak tamat Sekolah Dasar. Hal ini terlihat dari hasil yang signifikan antara cara pengobatan tradisional menurut pendidikan lansia. Semakin berusia tua semakin tinggi jumlah keluhan yang dikeluhkan lansia. Semakin rendah pendidikan (tidak tamat), semakin besar persentase jumlah keluhan kesehatan. Semakin tinggi persentase jumlah keluhan cenderung semakin tinggi jumlah anggota rumah tangga yang merawat lansia yang mengalami keluhan kesehatan. Dengan uji beda Chi-Quadrat dapat diketahui terdapat perbedaan namun tidak signifikan antara jumlah keluhan dengan tipe wilayah, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,269. Dengan uji beda Chi-Quadrat dapat diketahui tidak terdapat perbedaan cara pengobatan menurut umur lansia dengan uji Chi-Quadrat hitung 0,377, sementara Chi-Quadrat tabel 3,841. Dengan uji beda Chi-Quadrat dapat diketahui tidak terdapat perbedaan cara pengobatan menurut jumlah anggota rumah tangga dengan uji Chi-Quadrat hitung 0,003, sementara Chi-Quadrat tabel 3,841. Dengan uji beda Chi-Square dapat diketahui terdapat perbedaan cara pengobatan menurut pendidikan dengan uji Chi-Quadrat hitung 6,023, sementara Chi-Quadrat tabel 3,841. Dengan uji beda Chi-Quadrat dapat diketahui terdapat perbedaan cara pengobatan menurut desa/kota dengan uji Chi-Quadrat hitung 5,875, sementara Chi-Quadrat tabel 3,841.

Senior citizens’ health complaint and medical treatment method reflect the steps taken by senior citizens who feel disruption in their activities and who later try to find the solution for it. This corresponds closely to the level of awareness of senior citizens and their family and the social environment. The study aims to find out the tendency of the number of health complaint and the method of medical treatment in correlation with the variables of age, number of family member, education, and rural/urban living environment. The research used the secondary data from the 2004 National Social and Economic Survey. Method of analysis in use is quantitive analysis, which used Chi-square difference test to see the trend of the number of health complaint between existing variables. To see the tendency of medical treatment uses the Chi-square difference test to the existing variables. The result of the Chi-square difference test will be used to analyze and prove the hypothesis. The number of health complaints made by senior citizens in urban and rural areas shows insignificant difference. Method of treatment shows no difference in correlation with age. Traditional method of treatment is the choice of senior citizens who do not graduate primary school. This is event from the significant result between the traditional methods of treatment in correlation with senior citizen educational level. The older senior citizens the more health complaint they make. The lowerthe level of education (not graduate) means the higher the percentage of health complaint. The higher the percentage of complaint tends to mean the higher the number of family member who treat the senior citizens who make health complaint. The result Chi-quadrat difference test indicates an insignificant difference between the number of complaint and type of environment. This is evident with a significance value of 0.269. Chi-quadrat difference result shows no difference of age in the choice of taking methods of treatment with measurement Chi-quadrat test of 0.377, while table Chi-quadrat test of 3,841. With measurement chi-quadrat test of 0.003, while table Chi-quadrat test of 3.841, shows no difference of methods of treatment in correlation with the number of family member. With Chiquadrat difference test there is difference of methods of treatment in correlation with education with Chi-quadrat test of 6.023, while table Chi-quadrat of 3.841. With difference test there is difference of methods of treatment in correlation with rural/urban environment with measurement Chi-quadrat test of 5.785 while table Chi-quadrat is 3.841.

Kata Kunci : Keluhan kesehatan,Cara pengobatan,Lansia, health complaint, medical treatment method, senior citizen


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.