Laporkan Masalah

Kondisi kerentanan dan strategi livelihood rumah tangga PNS golongan I dan II

FALIKHAH, Nur, Prof. Drs. Kasto, M.A

2008 | Tesis | S2 Kependudukan

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kerentanan dapat tampil secara berbeda pada rumah tangga PNS yang berbeda. Untuk itu, penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan : 1) tekanan ekonomi yang dihadapi rumah tangga PNS golongan I dan II. 2) strategi livelihood yang ditempuh masing-masing rumah tangga yang berbeda level dan dinasnya. 3) ketahanan masing-masing rumah tangga PNS yang berbeda golongannya dimana pada golongan yang sama, satu rumah tangga berhasil sedangkan rumah tangga yang lain kurang berhasil menghadapi kerentanan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggabungkan dua metode yaitu kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dengan metode kuantitatif dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 75 responden yang tersebar dalam dua dinas yang berbeda yaitu 43 responden DPKKD dan 32 responden DPLH. Data yang terkumpul digunakan untuk memetakan kondisi kerentanan dan strategi yang diterapkan rumah tangga secara umum dengan golongan dan dinas yang berbeda. Pengumpulan dengan metode kualitatif dilakukan dengan studi kasus pada lima rumah tangga yang berbeda golongan dan dinasnya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi dengan melakukan aktivitas mengamati, mendengar, kemudian mencatat dalam catatan lapangan. Wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh data yang lebih detail. Peneliti dalam mengumpulkan data dibantu dengan alat perekam, kamera, dan catatan lapangan supaya informasi yang peneliti kumpulkan lebih jelas, lengkap, dan runut. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) secara umum PNS DPLH lebih rentan dibandingkan PNS DPKKD. Tekanan ekonomi membuat PNS DPLH relatif lebih rentan. Kepemilikan aset menunjukkan bahwa aset yang dimiliki rumah tangga di dua dinas yang berbeda ternyata berbeda dimana responden DPLH menguasai aset berupa natural capital, sedangkan responden DPKKD menguasai aset yang berupa physical dan financial capital. Kepemilikan aset yang berbeda membuat akses dan aktivitas yang berbeda pula sehingga kondisi ketahanan masing-masing rumah tangga menjadi berbeda. 2) secara umum responden DPKKD menerapkan strategi akumulasi yaitu dengan maksimalisasi tenaga kerja rumah tangga, diversifikasi lapangan usaha, dan meningkatkan aset. Strategi bertahanan hidup diterapkan responden DPLH yaitu dengan memanfaatkan lembaga ekonomi, memanfaatkan hubungan sosial, mengubah pola konsumsi, dan minimalisasi pengeluaran. Jadi berdasarkan strategi yang ditempuh, secara umum responden DPLH relatif lebih rentan sehingga strategi yang diterapkan adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok, sedangkan strategi responden DPKKD yaitu strategi akumulasi, selain untuk memenuhi kebutuhan pokok, juga diterapkan untuk mengumpulkan modal. 3) ketahanan masing-masing rumah tangga PNS yang berada pada golongan yang sama disebabkan aset, akses, dan aktivitas (3 A) yang berbeda. Aset, akses, dan aktivitas yang berbeda membuat kreativitas livelihood strategy yang berbeda sehingga resilience masingmasing rumah tangga menjadi berbeda.

Purpose of this study is to find out how the vulnerability can differently appear in different Civil Servant households. Therefore, it is expected that it can reveal as follows: (1) economic stress borne by the Grade I and II Civil Servant households, (2) livelihood strategy chosen by each household with difference in level and office; and (3) the resilience of each household with difference in level and office, one household succeed while other household less success face vulnerability. Data collection is conducted by combining two methods, i.e. quantitative and qualitative methods. By the quantitative method, it is conducted by spreading questionnaires over 75 respondents scattered in two different offices, i.e. 43 and 32 respondents in the Office of Financial and Local Asset Management and the Office of Environment Control, respectively. Data collected are then used to map the condition of vulnerability and the strategies implemented by the Civil Servant households in general with different levels and offices. By the qualitative method, data are collected by conducting five case studies in five households with different levels and offices using a participatory observation technique including observing, hearing, and recording in field notes. Depth interview is also conducted to obtain data in more detail. In collecting the data, researcher is assisted by the recording devices, camera, and field notes, so the information collected is relatively clearer, complete, and ordered. Data analysis is conducted by using a descriptive analysis. Result of the study shows that: (1) In general, Civil Servants in the Office of Environment Control are more vulnerable than those in the Office of Financial and Local Asset Management. Economic stress make the former is relatively more vulnerable. Asset ownership indicates that assets owned by the respondents in both different offices are in fact different. The different asset ownership makes the access and activity different, so the resilience of each household is different. Difference in the asset ownership in the two different offices makes the choice of strategies taken different. 2) In general, respondents in the latter implement the accumulation strategy, i.e. by maximizing household workers, diversifying job opportunities and increasing assets. Strategies implemented by the respondents in the former are to utilize economic institutions, to utilize social relationships, to change consumptive patterns, and to minimize expenditure. So, based on the strategies implemented, in general the respondents in the former are relatively more vulnerable, so that the strategy implemented is to meet the basic needs, while the strategy implemented by those in the latter is the accumulation strategy, such as in addition to meet the basic need, they are also to implement the capitalcollection strategy. 3) The resilience of each household with difference in level and office are caused by asset, access, and activity (3 A). The asset, access, and different activity make the different creativity of livelihood strategy so that resilience of each household become to differ.

Kata Kunci : Tekanan ekonomi,PNS golongan I dan II,Dinas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.