Pembangunan sumberdaya manusia di kawasan Timur Indonesia tahun 2004
MALAMASSAM, Meirina Ayumi, Drs. Tukiran, M.A
2008 | Tesis | S2 KependudukanPengembangan indikator pembangunan manusia sangat diperlukan untuk menilai pembangunan yang berlangsung di suatu wilayah, sebab proses pembangunan wilayah tersebut tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosio kultural setempat. Hal ini berlaku pula pada Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang memiliki modal sumberdaya sangat besar dalam rangka pembangunan wilayahnya. Karakter berbeda dari tiap kota/kabupaten di KTI, baik dari segi geografis, demografis dan sosial-ekonomi, akan mempengaruhi proses pembangunan sumberdaya manusia sehingga akan menghasilkan variasi pembangunan sumberdaya manusia antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk kondisi pembangunan sumberdaya manusia antar kota/kabupaten di KTI, (2) mengetahui kondisi pembangunan sumberdaya manusia antar kota/kabupaten di KTI, (3) mengetahui tipologi pembangunan sumberdaya manusia antar kota/kabupaten di KTI, dan (4) merumuskan langkah strategis yang diperlukan oleh tiap kota/kabupaten dalam rangka optimalisasi pembangunan sumberdaya manusia di KTI. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis data sekunder, yang terdiri dari analisis kuantitatif dan analisis deskriptif. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kota/kabupaten. Analisis kuantitatif, dengan menggunakan analisis faktor menghasilkan kontribusi variabel-variabel kependudukan terhadap pembangunan sumberdaya manusia di KTI,, kemudian analisis kluster menghasilkan indeks dan tipologi pembangunan sumberdaya manusia di KTI. Hasil tipologi tersebut kemudian menjadi acuan dalam menyusun arahan kebijakan untuk optimalisasi pembangunan sumberdaya manusia di KTI. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berkontribusi besar terhadap pembangunan sumberdaya manusia di KTI adalah variabel terkait aspek pendidikan, kesehatan lingkungan dan ketenagakerjaan. Kondisi pembangunan sumberdaya manusia KTI menunjukkan variasi pembangunan sumberdaya manusia yang cukup tinggi. Variasi yang besar ditunjukkan dengan adanya ketimpangan pembangunan sumberdaya manusia antara wilayah kota dan kabupaten di KTI. Hal ini mencerminkan proses pembangunan di KTI masih berpusat di ibukota propinsi. Kabupaten-kabupaten di KTI umumnya memiliki tingkat pembangunan sumberdaya manusia sedang dengan tingkat PDRB yang rendah. Strategi pengembangan sumberdaya manusia di KTI dapat dilakukan mulai dengan peningkatan pada sektor pendidikan. Selain itu, ketimpangan pembangunan sumberdaya manusia yang terjadi antar kota dan kabupaten di KTI harus diatasi dengan menyebarkan pusat pertumbuhan pada wilayah-wilayah sekitar ibukota propinsi.
The improvement of human development indicators is really needed to appraise the regional development, because of that regional development process can’t be apart from socio-cultural condition at the region. These things also occur at East Indonesian Area (KTI) that has really huge resources on its regional development. Different characteristics from each city/regency, either geographical, demographic or socio-economic side, will effect the human development process, with result of human development’s variation between regions. This research aims to (1) identify factors that formed the human development’s condition among cities/regencies at KTI, (2) understand the human development condition among cities/regencies at KTI, (3) understand the human development’s typology among cities/regencies at KTI, and (4) compose strategic steps that needed by every city/regency to optimalize the human development at KTI. This research is done by using secondary data analysis, comprises of quantitative analysis and descriptive analysis. The analysis unit that used in this research is city/regency. Quantitative analysis, using factor analysis compose the contribution of population variables toward the human development at KTI, then cluster analysis compose the index and typology of KTI’s human development. The human development’s typology become a reference to compose policy direction for human development’s optimalization in this area. The result of this research shows the variables that has huge contribution to human development at KTI are variables related to education, environmental health and manpower aspects. The human development’s condition at KTI shows that there’s a high variance in human development at this area. This high variance pointed by the disparity between city and regency area at KTI. These things reflects that the development process at KTI still concentrate at the province’s captital city. The regencies at KTI generally included in medium class of human development with low GNP. The human development’s strategy can be started from the improvement at educational sector. Besides that, the human development’s disparity among cities and regencies at KTI must be overcome by spreading the growth poles to the areas around the capital city.
Kata Kunci : Pemabngunan sumberdaya manusia,Variasi,Indonesia Timur, human development, variation, East Indonesian