Laporkan Masalah

Pengelolaan pondok wisata ramah lingkungan di kawasan Ubud, propinsi Bali

TYAS, Lintang Ayu Nugrahaning, Dr. M. Baiquni, M.A

2008 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Perkembangan pondok wisata yang merupakan usaha kecil yang dimiliki oleh hampir semua warga Kawasan Ubud dikhawatirkan memberi dampak pada lingkunganbaik biofisik, sosial, ekonomi dan juga budaya dikarenakan kurangnya informasi dan kurangnya pengetahuan pengelola mengenai pengelolaan pondok wisata yang ramah lingkungan serta belum adanya perhatian penuh dari pemerintah. Penelitian dilakukan pada 30 pondok wisata dengan metode survei dan wawancara mendalam kepada pengelola pondok wisata dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportionated stratified random sampling, alat kumpul data berupa checklist penilaian dan kuesioner. Dilakukan penyebaran kuesioner kepada 10 wisatawan dengan teknik accidental sampling. Lokasi penelitian di Desa Ubud dan Peliatan. Analisis data menggunakan analisis skoring dan analisis deskriptif. Analisis skoring dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual dan potensial pengelolaan lingkungan pondok wisata serta kendala pengelolaan. Analisis deskriptif dilakukan untuk menjelaskan penilaian yang dilakukan serta menggabungkan dengan data kuantitatif yang berasal dari pengelola dan wisatawan. Analisis biaya sederhana dilakukan untuk mengetahui pengaruh biaya terhadap pengelolaan lingkungan pondok wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7% pondok wisata dikategorikan ramah lingkungan, 23% pondok wisata dikategorikan dalam upaya mengelola lingkungan dan 70% pondok wisata dikategorikan belum melakukan upaya pengelolaan lingkungan. Didapatkan beberapa aksi yang merupakan potensi bagi pendekatan pengelolaan pondok wisata ramah lingkungan. Kendala yang dihadapi oleh pengelola didominasi oleh tidak adanya akses informasi sehingga menyebabkan ketidakpahaman pengelola mengenai pengelolaan yang ramah lingkungan. Pendekatan alternatif yang dilakukan untuk mengantisipasi kendala tersebut antara lain penyediaan informasi yang dikelola oleh pemerintah Kabupaten hingga desa adat dengan melakukan penyuluhan disertai panduan pengelolaan lingkungan yang baik.

Homestay as small enterprises which own by most of local communities growth in every site in Ubud Area, tended give negative impact to environment because lack of information and environmental management knowledge and low interest from government. Research has been made to 30 homestays used survey method and comprehensive interview to homestays owner with proportionated stratified random method, using checklist and questioner. Tourist perspective from 10 respondents also engaged in this research used accidental sampling. Data analysis used scoring analysis and descriptive analysis. Scoring analysis applicable to discovered actual and potential environmental management and its constraint. Descriptive analysis applicable to explain the result of scoring method and combined with quantitative data from owner and tourist. Simple cost analysis applicable to discover cost affection to homestay environmental management. Result of this research show that 7% samples categorize eco-friendly, 23% samples categorize pre eco-friendly, and 70% samples categorize had not ecofriendly. It also found a few actions as a potential factor regarding to management approach for achieve eco-friendly homestays management. Some constraints which found from their management, i.e. no information access affecting owners understanding about eco-friendly management. Cost factor in fact not to affecting in eco-friendly management but in other hand unprofessional management cause difficult to find management performance. Alternative approach which can be use to anticipate its constraint such as provide information which manage by regency government to customary village (banjar) use elucidation together with applicable environmental management guidance.

Kata Kunci : Pengelolaan,Pondok wisata,Ramah lingkungan,Kawasan Ubud,Management, homestay, eco-friendly, Ubud Area.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.