Laporkan Masalah

Kajian lingkungan kawasan pesisir untuk evaluasi kesesuaian lahan tambak budidaya udang di kecamatan Tiworo kepulauan kabupaten Muna propinsi Sulawesi Tenggara

MULIS, Prof. Dr.Sutikno

2008 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Tujuan penelitian ini adalah 1) mengevaluasi kesesuaian lahan tambak udang sistem tradisional dan semi intensif yang ada dan lokasi bekas tambak udang (non tambak) di daerah penelitian, 2) menilai tingkat keberhasilan tambak udang berdasarkan produktifitas tambak udang di daerah penelitian, 3) menganalisis faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pengembangan budidaya tambak. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey, penentuan lokasi sampel secara purposive sampling berdasarkan satuan lahan yang dijadikan usaha budidaya tambak udang dan penentuan produktifitas tambak dilakukan secara sensus berdasarkan jumlah petani tambak udang di daerah penelitian. Data yang dibutuhkan sifat-sifat tanah yaitu tekstur tanah, pH tanah, kandungan unsur hara (BO, N, P, K, Ca, dan Mg) dan sifat-sifat air adalah salinitas air, pH air, kecerahan, temperatur, kadar oksigen terlarut (DO), ammonia, nitrit, nitrat, dan unsur-unsur iklim yaitu jumlah bulan kering, curah hujan rata-rata, pasang surut dan bahaya banjir. Analisis evaluasi kesesuaian lahan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode pencocokan (matching) metode perbandingan subyektif dengan membandingkan kriteria kesesuaian lahan untuk tambak budidaya udang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik dan kualitas lahan di daerah pesisir Kecamatan Tiworo Kepulauan untuk kesesuaian lahan tambak budidaya udang adalah sebagai berikut, karakteristik dan kualitas lahan di daerah pesisir Kecamatan Tiworo Kepulauan kesesuaian lahan, untuk sebagian besar tambak budidaya udang (78,4%) berada pada kelas agak sesuai (S2) dan sebagian lagi (21,6%) tidak sesuai (N). Kelimpahan plankton di perairan yang dijadikan daerah tambak yaitu 320,625 ind/l sampai 545,625 ind/l. Hasil produktifitas tambak budidaya udang di daerah penelitian sangat rendah 100-145 kg/ha/musim tanam, dengan jumlah rata-rata 125,58 kg/ha/musim tanam, dan jumlah rata-rata tingkat kelangsungan hidup (survival rate) mencapai 5,71 %/ha/musim tanam. Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi produktifitas yaitu umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, jumlah benur, luas lahan dan masa panen, yang mempunyai korelasi kuat adalah jumlah benur dan masa panen (R= 0,881) artinya bahwa dalam perbaikan tambak perlu ditekankan pada peningkatan ilmu pengetahuan melalui penyuluhan sehingga dapat dimanfaatkan.

This research aims 1) to evaluate land suitability for the available traditional and semi-intensive shrimp pond systems and ex- shrimp ponds (nonpond) in the research site, 2) to evaluate success of shrimp pond based on its productivity in the research site and 3) to analyze environmental factors which influence the development of shrimp pond farming. This research was done by conducting surveys, determining shrimp ponds as samples by purposive sampling based on land cultivated for shrimp pond farming. Shrimp pond productivity sample took by census towards population of shrimp pond. Characteristics of soil and water were made necessary which cover soil texture, soil pH, substances such as BO, N, P, K, Ca, and Mg, water salinity, water pH, brightness, temperature, dissolved oxygen concentration (DO), ammonia, nitrite, nitrate, number of dry months, precipitation, tidal regime and tidal inundation. Evaluation for land suitability was analyzed by descriptive, qiualitative and quantitative analysis by matching method subjective combination, which was done by comparing the criteria of land suitability for shrimp pond. The research findings indicate that the coastal areas in Tiworo Kepulauan Sub-district for lands suitability shrimp pond farming is categorized into S3 (moderately suitable). The abundance of plankton in the waters made for shrimp ponds is: 320,625 ind/l to 545,625 ind/l. The productivity in term of the shrimp ponds in the research site is very low, ranging from 100-145 kg/ha/cultivating season, with the average of 125,58 kg/ha/cultivating season and on average survival rate reaches 5,71 %/ha. A mong factors influencing productifity i.e, age, education level, the family responsibility,the fry, quantity of seed,a period to corp and fry emount (R= 0,888), its fish pond require to improve the shrimp farming, desisnate and improfe since to preserve.

Kata Kunci : Kesesuaian lahan,Budidaya tambak dan produktifitas,land suitability, marine farming, productivity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.