Laporkan Masalah

Seni sebagai legitimasi kekuasaan dan politik identitas :: Studi kasus tari "Bangun Desa" di Kulon Progo

MURSITO, Joko, Prof. Dr. C. Soebakdi Soemanto

2008 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media

Terlepas dari baik atau buruknya rezim, semenjak bergulirnya era reformasi tatanan kehidupan masyarakat berubah total. Jika dahulu orang takut berpendapat dan berekspresi, sekarang sudah tidak lagi. Pemerintahan yang dulu seakan mulus tak bergejolak, akhir-akhir ini sudah terindikasi adanya perlawanan rakyat terhadap kebijakan penguasa, sehingga akan menurunkan tingkat kepercayaan, kepatuhan dan proses legitimasi. Sejalan dengan itu, pemberlakuan otonomi daerah di tanah air ini mendorong tumbuhnya gairah baru dalam mengelola potensi lokal, termasuk di dalamnya potensi budaya daerah. Kebijakan kebudayaan tidak lagi dimonopoli oleh Pusat yang menerapkan aturan secara sistematik melalui instrumen pemerintah. Maka bagi Pemda, inilah kesempatan untuk kembali mengangkat citra dan keunikan budaya daerahnya masingmasing sebagai identitas yang bisa dibanggakan. Tari ”Bangun Desa” merupakan salah satu bentuk perburuan identitas daerah dalam rangka pengukuhan jati diri serta sebagai sarana pendekatan efektif dalam rangka membangun kembali legitimasi kekuasaan di tengah krisis kepercayaan masyarakat.

Not Available

Kata Kunci : Seni politik identitas,Perlawanan rakyat,Legitimasi kekuasaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.