Pengaruh perubahan kelembagaan penyuluhan pertanian terhadap produktivitas kerja penyuluh pertanian era otonomi daerah di Kabupaten Bogor
APANDI, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, MS
2008 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan perbedaan persepsi penyuluh pertanian terhadap kelembagaan penyuluhan pertanian sebelum dan sesudah otonomi daerah, (2) menjelaskan pengaruh persepsi penyuluh pertanian terhadap produtivitas kerja penyuluh pertanian, (3) menjelaskan pengaruh persepsi penyuluh pertanian terhadap motivasi kerja kerja penyuluh pertanian, (4) menjelaskan pengaruh motivasi kerja penyuluh pertanian terhadap produtivitas kerja penyuluh pertanian, (5) menjelaskan pengaruh faktor-faktor lain : faktor umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, jumlah tanggungan keluarga dan sumber penghasilan lain, terhadap produtivitas kerja penyuluh pertanian, dan (6) menjelaskan faktor manakah yang paling tinggi pengaruhnya terhadap produktivitas kerja penyuluh pertanian, (persepsi, motivasi atau faktor lain). Penelitian ini merupakan penelitian survei. Populasi adalah seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan yang ada di Kabupaten Bogor, dan sampel adalah Penyuluh Pertanian Lapangan di 4 (empat) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) terpilih yaitu UPTD Wilayah Ciawi, UPTD Wilayah Caringin, UPTD Wilayah Dramaga, dan UPTD Wilayah Cibungbulang, dengan jumlah 46 orang. Data yang dikumpulkan terdiri data primer dan data sekunder. Variabel yang diduga mempengaruhi produktivitas kerja penyuluh pertanian yaitu persepsi, motivasi dan faktor-faktor lain umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, jumlah tanggungan keluarga, dan ada atau tidak ada penghasilan lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi penyuluh pertanian terhadap perubahan kelembagaan penyuluhan pertanian sebelum dan sesudah adanya otonomi daerah, persepsi penyuluh pertanian tersebut cenderung ke arah negatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas kerja penyuluh pertanian lapangan dipengaruhi oleh motivasi 0.44, tingkat pendidikan 0.30, dan Sumber penghasilan lain -0.27. Besarnya pengaruh bersama 0.31, besarnya pengaruh di luar model 0.69. Variabel yang paling kuat pengaruhnya terhadap produktivitas kerja adalah variabel motivasi.
This research goal is to (1) explain perception difference of agricultural extention agents from agricultural extention institution before and after local autonomy, (2) clarifying effect of agricultural extention agents perception on work productivity of the agricultural extention agents, (3) describing effect of agricultural extention agents perception on work motivation of agricultural extention agents, (4) explaining effect of work motivation of agricultural extention agents on work productivity of agricultural extention agents, (5) explaining effect of other factors: factors of age, education level, work experience, total family duties, and other income sources on work motivation of agricultural extention agents, and (6) explaining which factors have highest effect on work productivity of agricultural extention agents (perception, motivation or other factors). This research is survey study. The respondents were all Field Agricultural Extention Agents existing in Bogor District, and samples were Field Agricultural Extention Agents in 4 (four) selected Local Technique Performance Unit (UPTD), UPTDs of Ciawi, Caringan, Dramaga, and Cibungbulang, with total 46 persons. The collected data were primary and secondary data. Variables supposed to affect the work productivity of agricultural extention agents were perception, motivation and other factors of age, education level, work experience, total family duties, and presence/absence of other incomes. Results if research indicated that there were differences of perception of agricultural extention agents for change in Agricultural Extention institution before and after presence of local autonomy, perception of the Agricultural Extentiontended to be negative. Results of analysis indicated that the work productivity of field agricultural extention agents were affected by motivation 0.44, education level 0.30, and presence/absence of other incomes of -0.27. Biggest effect collectively of 0.31, Biggest effect outside model of 0.69. The variable with biggest effect on work productivity was variable otivation.
Kata Kunci : Produktivitas kerja,Penyuluhan pertanian,Motivasi kerja, work productivity, agricultural extention agents.