Laporkan Masalah

Peranan aparat teritorial dalam mengatasi teroris dan implikasinya terhadap ketahanan wilayah :: Studi pada Kodim 0732/Sleman

MURIDAN, Drs. Usman Salam, MIS

2008 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Aparat Teritorial dalam melakukan pencegahan terhadap ancaman teroris di wilayah Kabupaten Sleman dan implikasinya terhadap Ketahanan Wilayah Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah anggota Babinsa Kodim 0732/Sleman. Tehnik pengambilan sampel dengan metode area random sampling yaitu sampel diambil secara acak yang mewakili masing-masing Koramil. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner, wawancara mendalam dan observasi serta studi pustaka. Data diolah dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan jawaban bahwa Aparat Teritorial melalui Babinsa mampu berperan dalam mencegah terhadap ancaman terorisme di wilayah Kabupaten Sleman. Aparat Teritorial Kodim Sleman melakukan tindakan deteksi dini dengan mengefektifkan lima kemampuan teritorialnya yaitu; kemampuan penguasaan wilayah, kemampuan temu cepat dan lapor cepat, kemampuan pembinaan perlawanan rakyat, kemampuan komunikasi sosial dan kemampuan administrasi teritorial. Peranan ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat untuk mendukung dalam upaya pencegahan terhadap masuknya jaringan terorisme di wilayah Sleman. Keberhasilan Aparat Teritorial Kodim Sleman dalam mencegah ancaman terorisme memberikan dampak yang positif terhadap Ketahanan Wilayah Kabupaten Sleman yang meliputi Ketahanan Pertahanan dan Keamanan, Ketahanan Ekonomi, Ketahanan Ideologi, Ketahanan Politik, serta Ketahanan Sosial Budaya. Untuk lebih mengefektifkan peranan Aparat Teritorial ini perlu adanya kebijakan pemerintah dalam hal memberikan payung hukum yang jelas kepada Aparat Teritorial dalam pencegahan terhadap terorisme serta upaya peningkatan kualitas dan kuantitas Babinsa di wilayah Koramil.

The purpose of this research is to identify the role of Aparat Teritorial in counter terrorist in the Sleman district, and it’s implication to Regional Resilience of Sleman district. This is a survey research and is descriptive in nature. Survey population are members of Babinsa Kodim 0732/Sleman. Samples are extracted by way of area random sampling from each Koramil. Survey data are obtained through questionaires, interviews, direct observation and library research. The collected data are analyzed with a qualitative approach. Result from this research indicates that Aparat Teritorial through Babinsa is capable to anticipate terror threat in Sleman district. The Aparat Teritorial performs early detection by utilizing it’s 5 teritorial capability, namely: area control, quick identification and reporting, civil resistance mobilization, teritorial communication and administration. Civil element plays a major role in counter terrorism effort in this area. The succes of Aparat Teritorial also brings positive impact to Regional Resilience of Sleman District in the subject of: Defence and Security Resilience, Economic Resilience, Ideology Resilience, Political Resilience, and Socio-Cultural Resilience. The role of Aparat Teritorial can be maximized by increasing the quality and quantity of Babinsa in the area, in addition to legal support as they work ensure local security.

Kata Kunci : Peranan aparat teritorial,Terorisme,Ketahanan wilayah, Role of Aparat Teritorial; Terrorism; Regional Resilience


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.