Laporkan Masalah

Analisis sensitif gender dalam anggaran pendidikan :: Studi kasus Pemerintah Kota Jayapura

RUNRUBOY, Absalom Septinus, dr. Anna Marie Wattie

2008 | Tesis | S2 Magister Studi Kebijakan

Dari 218.077 orang jumlah penduduk Kota Jayapura sebagian besar (lebih dari 50%) tidak tamat SD dan sebesar 52% nya adalah perempuan. Sedangkan dari jumlah penduduk yang memperoleh pendidikan dasar (SD-SLTP) didominasi oleh penduduk laki-laki (lebih dari 63% untuk jenjang SD dan 76% untuk SLTP). Hal ini diduga menunjukkan bahwa secara sosial budaya nilai anak laki-laki lebih tinggi sehingga mereka diprioritaskan untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi sedangkan perempuan cukup sampai pendidikan yang rendah saja. Kondisi ini merupakan realitas sosial yang dapat menggambarkan bahwa dilihat dari perspektif gender persoalan pendidikan dasar masih jauh dari sensitif gender sehingga masih sangat diperlukan peningkatan pendidikan masyarakat terutama pada kaum perempuan. Tujuan dalam penelitian ini adalah : Untuk menganalisis sejauhmana alokasi anggaran belanja sektor pendidikan Pemerintah Kota Jayapura tahun 2000 - 2005 sensitive gender. Penelitian ini adalah berjenis deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Jayapura Propinsi Papua, dengan alasan bahwa persoalan-persoalan pembangunan bidang pendidikan sebagai kebutuhan dasar sangat menarik untuk dikaji dari perspektif sensitivitas gender dalam APBD. Dalam penelitian ini data akan dikumpulkan dengan teknik: 1) Wawancara Mendalam. Wawancara secara mendalam akan dilakukan terhadap para informan, yaitu Ketua Panitia Anggaran DPRD Kota Jayapura, Sekda Kota Jayapura, Anggota Dewan Pendidikan Kota Jayapura, Kepala BP3D Kota Jayapura, Tokoh Masyarakat. Teknik penentuan informan penelitian menggunakan snowball sampling, 2) Studi kepustakaan, peneliti mengumpulkan data sekunder dari buku, peraturan, laporan yang berhubungan dengan penelitian. Antara lain: APBD Tahun 2000-2005, Kota Jayapura dalam Angka tahun 2006, Tata Tertib DPRD dan sebagainya. Peneliti dalam menganalisa data menggunakan data kualitatif dengan sifat deskriptif analisis yaitu dengan cara pengumpulan data kemudian data tersebut dianalisa dari awal hingga akhir penelitian menggunakan cara: a. Reduksi data, b. Display data, c. Kesimpulan dan d. Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Alokasi anggaran belanja sektor pendidikan dalam APBD Pemerintah Kota Jayapura tahun 2000 – 2005 masih relatif kecil (di bawah 10%) dengan kecenderungan dipergunakan untuk keperluan siswa, guru, dan pembangunan/rehabilitasi sekolah (proyek fisik). Disamping itu juga pembangunan di bidang pendidikan Pemerintah Kota Jayapura masih sangat tergantung dengan bantuan dari APBN maupun APBD Provinsi Papua. (2) APBD Pemerintah Kota Jayapura tahun 2000 - 2005 dalam pembangunan pendidikan dasar Belem memenuhi ketiga kategori dalam anggaran yang sensitif gender, baik anggaran yang spesifik targetted, alokasi anggaran untuk meningkatkan desempatan setara dalam pekerjaan maupun pada kategori anggaran umum yang mainstreaming-pun belum dapat diwujudkan. Yang terjadi aníllala anggaran yang bersifat netral gender.

From the total population 218.077 peoples in the city of Jayapura,the most of them (more than 50%) are not graduated from Elementary School and 52% are woman. Whila from the total who have a basic education (SD-SLTP).dominated by men population (more than 63% for elementary and 76% for junior hightownees school). This estimated indicates that based on sosio-culture, the value of boys was higher so they are prioritized to get education up to the higher level while the girls were only enough up to the lower one. This condition is a social reality which can describe the problem of basic education in gender perspective was far the sensitive gender so it is most necessary to increase people education mainly for women. The aim in this research was to analyze how far the allocation of budged in education sector of Jayapura city government in the years of sensitive gender 2000-2005. This research was descriptive qualitive it was performed in the city of jayapura, provinvice of papua, for the reason that the problems of development in the sector of education as the most interested basic need to be explored from perspective, sensitivity of gender in Local Planning Budged (APBD). In this research, data was collected by technique of : 1) deep interview; it would be performed to the informants, namely interviewing with the committee leader of Local People Representative (DPRD) in the city of Jayapura. Local Secretary of Jayapura (Sekda), The Members of Education Board in the city of Jayapura, The Leaders of Local Performing, Developming and Watching Board (BP3D) in the city of Jayapura and People figures. The technique of informant research used snowball sampling, 2) the study of literature, the researcher collected the the scond data from book, book of rule, report which connected to the research such as : APBD Tahun 2000-2005, Kota Jayapura dalam Angka Tahun 2006, Tata Tertib DPRD and so forth. The researcher in analyzing data used qualitative one with descriptive analysis by collecting data then they were analyzed from the beginning to end the research using the ways : a) data reduction, b) data display c) triangulation. The result of research indicates that: (1) allocation of budged education sector in Local Planning Budged in the city of Jayapura, the years 2000-2005 was still small relative (under 10%) with the tendency was apllied to the need of students, teachers, and the development in education sector in the city of Jayapura was still most depended on both the assist of National (APBN) or Local (APBD) Planning Budged for the province of Papua, (2) Local Planning Budged (APBD)in the city of Jayapura, the years 2000-2005 used for the development of basic education was not already to fulfill the third categories in the sensitive gender budged, both the specific targeted budged, allocating budged to increase the same opportunity in public job or also the category of mainstreaming public budged were not already to be realized.The happen was only the neutral gender budged.

Kata Kunci : Anggaran, Pendidikan, Gender, Budged, Education


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.