Laporkan Masalah

Land capability and landslide hazard assessment for land use priority in Gintung watershed, Purworejo District Central Java, Indonesia

FIRDAINI, Prof. Dr. H. Suratman Woro S., M.Sc

2008 | Tesis | S2 Geo-Informasi untuk Manajemen Bencana

Tujuan dari penelitian ini adalah mencari criteria yang lebih baik untuk kemampuan lahan berdasarkan bahaya longsor untuk prioritas penggunaan lahan di DAS Gintung. Metode penelitian dilaksanakan dalam dua tahap : Pertama menentukan kemampuan lahan dengan metode matching berdasarkan metode Arsyad. Metode matching yang dilaksanakan dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak LCLP. Pemilihan sampel menggunakan stratified random sampling. Satuan medan yang digunakan sebagai satuan evaluasi untuk kemampuan lahan adalah hasil tumpang susun antara peta kemiringan, tanah, dan bentuk lahan. Kedua menentukan bahaya longsor dengan klasifikasi dan pengharkatan masing-masing faktor yang mempengaruhi longsor dan dikalikan dengan faktor pemberatnya. Hasil penelitian menunjukkan DAS Gintung mempunyai tujuh kelas kemampuan lahan; kelas VI (353.7 ha), kelas IV (291.92 ha), kelas III (269.01 ha), kelas VIII (214.97 ha), kelas VII (172.07 ha), kelas II (100.48 ha), kelas I (48.83 ha). Sedangkan bahaya longsor untuk setiap kemampuan lahan adalah sebagai berikut : kelas I rendah, kelas II rendah dan medium, kelas III dan IV medium, Kelas VI medium dan tinggi, serta kelas VII dan VIII tinggi. Prioritas penggunaan lahan kelas I adalah untuk pertanian sangat intensive, kelas II adalah untuk pertanian intensive, kelas III adalah untuk pertanian ekstensive, kelas IV adalah untuk pertanian marginal, kelas VI adalah untuk peternakan/perkebunan terbatas, kelas VII adalah untuk hutan produksi, dan kelas VIII adalah untuk area konservasi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa bahaya longsor terjadi pada kelas VI sampai kelas VIII. Di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan lahan pada kelas VI sampai kelas VIII tidak sesuai dengan kemampuan lahannya.

The aim of this research was to find better criteria for land capability based landslide hazard. for land use priority in Gintung watershed. The method is conducted in two steps : first is to determine land capability with applying matching according to Arsyad method. Matching used in this research is done by LCLP software. Sample Election is conducted by stratified random sampling. Terrain unit as evaluation unit for land capability is a result of overlaying among slope, soil and land form map. Second is to determine landslides hazard by classification and rating on each factor that influences to landslide and multiplied by weight on that each factor. The result showed that Gintung watershed has 7 class of land capability; class VI (353.7 ha), class IV (291.92 ha), class III (269.01 ha), class VIII (214.97 ha), class VII (172.07 ha), class II (100.48 ha), class I ( 48.83 ha). The result of landslide hazard showed that class I is low, Class II is low and medium, Class III and IV is medium, Class VI is medium and high, and Class VII and VIII is high.. Land use priority of class I is for very intensive agriculture, class II is for intensive agriculture, class III is for extensive agriculture, class IV is for marginal agriculture, class VI is for limited grazing/plantation, class VII is for production forest, and class VIII is for conservation area. From this research, it can be known that landslide happened in class VI until class VIII. Actually in the field, it indicates that land use in class VI until class VIII is unsuitable with their land capability

Kata Kunci : Kemampuan lahan,Bahaya longsor,Prioritas penggunaan lahan, Land capability, Landslide, hazard, Land use priority.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.