Laporkan Masalah

Pungutan pajak bumi dan bangunan serta implikasinya terhadap ketahanan wilayah (Studi di kota Medan)

PANTAS, Hendrik, Noegroho Amien Soetiarto, SH, M.Si

2008 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kinerja Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dengan mengukur tingkat Kesadaran wajib pajak Pajak Bumi dan Bangunan, kualitas Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan dan kepatuhan wajib pajak serta pertumbuhan, kontribusi, potensi, proyeksi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Medan dan dan Implikasinya terhadap Ketahanan Wilayah Kota Medan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Dinas Pendapatan Daerah, Badan Pusat Statistik Kota Medan dan Kantor Pelayanan Pajak Medan I dan II. Selain itu untuk mendukung analisis juga digunakan data primer berupa wawancara dan pengisian kuesioner, yang disebarkan kepada wajib pajak. Untuk mengukur Kinerja Penerimaan Pajak dipakai skala likert, untuk melihat pertumbuhan, kontribusi, potensi, proyeksi, digunakan analisis pertumbuhan, cavorate ratio dan anlisis Trend Least Square, sedangkan Implikasi Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Ketahanan Wilayah dilihat dari Kondisi ketahanan wilayah di kota Medan, baik dari sudut interaksi sosial, kondisi pembangunan sosial, penyediaan fasilitas umum dan Keamanan Hasil analisisnya menunjukkan Kondisi Kinerja Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan dalam Skala Likert berada pada kategori tinggi, cenderung cukup dan adanya pertumbuhan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan selama periode pengamatan. Kontribusi PBB terhadap Penerimaan Daerah masih sangat kecil. Penetapan target dari potensi yang diketahui, dalam kategori kurang efektif itu berarti target masih dapat ditingkatkan. Realisasi penerimaan belum sesuai potensi yang sebenarnya, adanya covarate ratio atau masih ada dana yang belum berhasil terhimpun. Selanjutnya sesuai hasil perhitungan trend dengan metode Least Square pada tahun 2007 sampai tahun 2011 terjadi peningkatan potensi PBB yang cukup signifikan Hal ini berarti bahwa prospek penerimaan terus akan bertambah, pertumbuhan penerimaan akan lebih baik lagi apabila pendataan dilakukan secara akurat setiap tahun dan peningkatan sumber daya manusia pengelola serta koordinasi terus ditingkatkan. Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Ketahanan Wilayah di kota Medan berimplikasi positip, kebersamaan dalam masyarakat masih mewarnai berbagai aspek kehidupan. Dalam Penggunaan Dana Hasil Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan masih terlihat belum secara maksimal diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat, kegiatan publik transportasion, penanganan penanggulangan banjir, penyedian ruang publik, masih belum tergarap dengan baik oleh pemerintah kota Medan, dalam bidang keamanan, masyarakat cukup merasa aman dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari tetapi angka kriminilatas masih meningkat.

This research head for detect revenue performance the land and building tax (PBB) with awareness phase obligation of the land and building tax (PBB), service quality of land tax and property and submissive.tax with growth, contribution, potential, forecast revenue land tax and property in Medan and its implication toward resilience of Medan region. Data applied in this research is secondary data from Dinas Pendapatan Daerah, Badan Pusat Statistik Medan and tax service office Medan I and II. Besides to support analysis also applied primary data from of interview and questionaire admission filling, what propagated to taxpayer. To measure revenue tax performance is used scale likert, to see growth, contribution, potency, forecasting, applied growth analysis, cavorate ratio and anlisis Trend Least Square, while land tax and properties implication toward resilience region seen from condition resilience region of Medan, either from the aspect of interaction of social, condition of development of social, supply of public facilities and security. Result of the analysis showing performance revenue of the land and building tax (PBB) in Skala Likert stays at high category tends to enough and existence of acceptance?receiving growth of the land and building tax (PBB) during observation period. Contribution the land and building tax (PBB) to area acceptance still very small. Determining target of potency known in category is less effectively that means target admits of improved. realization of Acceptance receiving has not according to potency that is actually, existence of covarate ratio or there are still fund which has not successfully is mustered. Hereinafter according to result of calculation trend with method Least Square in the year 2007 until the year 2011 happened improvement of potency the land and building tax (PBB) which is enough signifikan. This thing means that receiving prospect always will increase, receiving growth would be even better if data is done in accurate figure every year and improvement of organizer human resource and coordination continue an improved. The land and building tax (PBB) toward resilience regional in Medan is positive implication. togetherness in public still colouring various life aspects. In Usage of Fund Result Of the land and building tax (PBB) Collector still seen has not maximumly destined for public prosperity, activity of public transportasion, handling of floods, supplying of public space, still have not been tilled carefully by government Medan, in the field of security and safety, public enough feeling safe in doing the activity everyday but number of criminals still increasing.

Kata Kunci : Pajak bumi dan bangunan,Ketahanan wialyah,The land and building tax (PBB) and Resilience Regional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.