Kemampuan manajerial kepala puskesmas dalam meningkatkan mutu pelayanan di puskesmas Kota Mataram
SUPARDI, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Pelayanan kesehatan yang dilaksanakan puskesmas di Kota Mataram belum mengalami perubahan mendasar walaupun kebijakan otonomi daerah telah dilaksanakan dan sarana serta prasarana puskesmas cukup memadai. Hal ini disebabkan kemampuan manajerial puskesmas belum diterapkan secara maksimal. Kemampuan manajerial puskesmas diperlukan dalam melakukan regulasi dan pembenahan pelayanan kesehatan yang dilakukan puskesmas. Terdapat sepuluh peran yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin. Peran tersebut adalah : peran tokoh utama, peran pemimpin, peran penyebar informasi, peran juru bicara, peran pengawasan, peran pengalokasian sumber daya, peran wirausaha, peran penanganan gangguan, peran negosiator dan peran penghubung. Tujuan penelitian: bagaimana pendapat para kasie dan kasubbag tata usaha puskesmas tentang kemampuan manajerial kepala puskesmas dan bagaimana relevansi karakteristik individu kepala puskesmas terhadap kemampuan manajerial kepala puskesmas di Kota Mataram. Metode penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan metode kuantitatif yang didukung kualitatif, dengan unit analisa semua kepala puskesmas yang ada di Kota Mataram. Hasil Penelitian: dari sepuluh peran yang dimiliki oleh kepala puskesmas di Kota Mataram menunjukkan bahwa dalam peran pemrosesan informasi, peran yang kurang adalah peran sebagai juru bicara. Peran pembuat keputusan, peran yang kurang adalah peran sebagai negosiator. Peran antarpribadi, peran yang kurang adalah peran sebagai penghubung. Berdasarkan hasil analisa mengenai relevansi karakteristik individu kepala puskesmas di Kota Mataram diperoleh hasil bahwa pendidikan dan masa kerja tidak mempunyai relevansi terhadap kemampuan manajerial, sedangkan pelatihan dinilai mempunyai tingkat relevansi terhadap kemampuan manajerial. Saran: Peran sebagai penghubung merupakan peran yang paling kurang diantara peran manajerial lainnya, fakta menunjukkan meskipun kepala puskesmas sudah mengembangkan hubungan kerjasama tetapi masih sebatas masalah program yang bersifat rutinitas sedangkan kerjasama dengan konstituen eksternal untuk mendapatkan informasi dan keuntungan yang akan menunjang mutu pelayanan belum dilakukan. Untuk itu sebaiknya Dinas Kesehatan memberikan kewenangan kemandirian kepada puskesmas untuk melaksanakan tugas-tugas operasional pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan.
Background: Health services that has been applied in the Puskesmas (Local Health Centre) in Mataram Municipality has not basically be changed although sufficient local autonomy has been implemented and sufficient facilities and infrastructure have been provided for Puskesmas. This is due to the Puskesmas managerial competence that has not been maximally implemented. Managerial competence could be assessed from the roles which has been performed by the Puskesmas heads. Ten roles that a leader should have. They involve roles as figurehead, leader, disseminator, spokesperson, monitor, resource allocator, entrepreneur, disturbance handler, negotiator and liaison. Objective: To identify the opinions of Puskesmas staffs on managerial competence of Puskesmas heads, and the relevance of individual characteristics of Puskesmas heads on managerial competence of Puskesmas head in Mataram municipality. Method: This was a descriptive study using qualitative-supported quantitative method with its analysis unit was Puskesmas heads in Mataram municipality. Result: Among ten roles that the Puskesmas Heads in Mataram municipality possessed, it was showed that in terms of information processing role, the least significant one was the role as spokesperson. In terms of decision making role, the least significant was the role as negotiator. In terms of interpersonal role, the least significant was the role as liaison. Based on analysis result on the individual characteristics of Puskesmas head in Mataram municipality, it was showed that education level and length of experience did not have relevance with managerial competence, while training was considered as having relevance with managerial competence. Suggestion: The role as liaison is the least significant one among other managerial roles. Fact show though puskesmas head have developed cooperation relation but still limited to program problem having the character of routine while cooperation with constituent of external to get advantage and information to support quality of service not yet been conducted, for that Public Health Service better give directing to puskesmas to execute operational duties development of health in district region.
Kata Kunci : Kemampuan manajerial,Karakteristik individu, Individual characteristics, managerial competence