Kinerja keuangan Puskesmas Prambanan Kabupaten Sleman Yogyakarta
KURNIAWAN, Muhamad Faozi, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang. Mekanisme perencanaan, pengendalian dan pengelolaan keuangan membantu puskesmas untuk mewujudkan kemandirian dalam melayani masyarakat. Pengawasan manajemen dan pelaporan bisa membantu tidak hanya penyimpangan yang terjadi tetapi ineffiency yang baik, serta memberikan insentif yang tepat dan manajemen yang bertanggungjawab dalam menerapkan program. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi proses penganggaran, proses pengelolaan keuangan dan pengetahuan sumber daya manusia puskesmas atas pengelolaan sumber-sumber keuangan di puskesmas. Metode Penelitian. Penelitian dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di Puskesmas Prambanan. Data yang diambil adalah wawancara mendalam dan data sekunder yaitu data keuangan puskesmas serta dokumen keuangan puskesmas. Hasil. Kinerja keuangan Puskesmas Prambanan tahun 2005 lebih baik dari tahun 2006 ditinjau dari segi pendapatan sebagai prestasi keuangan puskesmas. Biaya operasional lebih rendah dengan kunjungan meningkat pada tahun 2006 menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik dari tahun 2005. Birokrasi tentang standar tarif dari Bupati mempengaruhi proses perencanaan anggaran puskesmas yang disusun dengan sistem bottom-up sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 dalam hal besaran tarif yang dapat digunakan. Sistem distribusi sumber daya puskesmas bersifat rutinitas tanpa melibatkan sumber-sumber informasi keuangan dari laporan keuangan. Pengetahuan dan pemahaman SDM keuangan atas pengelolaan keuangan belum mampu menghasilkan laporan keuangan yang sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 karena pelatihan dan pendidikan tidak menjadi program prioritas dalam perencanaan anggaran. Kesimpulan. Sistem pelaporan keuangan puskesmas bersifat rutinitas kegiatan keuangan puskesmas dalam memberikan pertanggungjawaban kepada dinas kesehatan dan tidak digunakan untuk mengukur kinerja keuangan. Informasi keuangan yang dihasilkan belum menggambarkan kinerja keuangan puskesmas sesungguhnya, sehingga proses monitoring yang berakuntabilitas publik belum dapat dilaksanakan.
Background: The mechanism of financial planning, control and management helps health centers to keep autonomy in serving the public. Management control and reporting may not only prevent abuse and inefficiency but also enable the provision of proper incentive and management responsible in program implementation. Objective: The study aimed to obtain information on the process of financing, financial management and knowledge of human resources of the health center about the management of financial resources in the health center. Method: The study used a case study approach. It was carried out at Prambanan Health Center. Data were obtained from in-depth interview and secondary data, i.e. financial data and financial documents of the health center. Result: Financial performance of Prambanan Health Center in 2005 was better than in 2006 viewed from aspect of revenue as financial achievement of the health center. Lower financial cost with increase of visits in 2006 indicated that financial performance was better than that of in 2005. The policy of standard tariff specified by the Regency affected the process of budget planning of the health center proposed using bottom up system according to the regulation of the Ministry of Home Affairs No. 13/2006 on the amount of tariff. Distribution system of resources of health center was routine and did not involve financial information sources from financial reports. Knowledge and understanding of human resources in the finance department about financial management were unable to publish financial reports relevant with Government Regulation No. 8/2006 because training and education was not a priority program in budget planning. Conclusion: Financial reporting system of the health center was made routine, based on financial activities of the health center in providing official reports to the health office and the report was not used to measure financial performance. Financial information provided has not indicated the actual financial performance of the health center so that the process of accountable monitoring for the public could not yet be implemented.
Kata Kunci : Kinerja keuangan,Pengelolaan keuangan,Kemampuan SDM,Birokrasi pengangguran, financial performance, financial planning management, capacity of human resources.