Laporkan Masalah

Proses penyusunan anggaran berbasis kinerja dan dinamika hubungan antara stakeholder di dinas kesehatan Provinsi Bali

ASTAWA, Dewa Gede, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang. Kebijakan pembangunan kesehatan di Provinsi Bali sekarang ini adalah Paradigma Sehat yaitu paradigma pembangunan kesehatan yang lebih mengutamakan upaya-upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Reformasi bidang kesehatan dimulai dengan dicanangkannya Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010 dan Bali Sehat 2005. Adanya Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010 dan Bali Sehat 2005 membuat pemerintah Provinsi Bali khususnya Dinas Kesehatan untuk membantu mewujudkannya. Oleh sebab itu penyusunan anggaran kesehatan menjadi hal utama dalam pencapaian usaha tersebut sebab Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam menentukan anggaran kesehatan masih menggunakan pendekatan incremental dan line item. Tujuan Penelitian. Untuk mengidentifikasi kemampuan SDM, peran kadikes dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja dan dinamika hubungan antara stakeholder di Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Metode Penelitian. Jenis penelitian adalah merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif untuk menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan observasi. cara seluruh data hasil wawancara mendalam dari berbagai sumber, dikelompokkan berdasarkan jawaban selanjutnya dibuat transkrip lalu pemaknaan atau pemberian kode, selanjutnya dilakukan penggabungan menjadi satu interpretasi yang mempunyai makna. Hasil. SDM yang dimiliki lebih banyak yang memiliki kemampuan di bidang teknis kesehatan dan belum adanya pelatihan mengenai penyusunan anggaran berbasis kinerja. Peran kepala dinas sangat baik saat proses perencanaan, memantau atau melakukan monitoring dari proses perencanaan tersebut. Kepala dinas juga memantau pelaksanaan program/kegiatan dan melakukan evaluasi kinerja serta melakukan advokasi dan rasionalisasi terhadap permasalahan yang ada saat penyusunan anggaran. Kesimpulan. Kemampuan SDM masih kurang dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja, hal ini karena belum adanya pelatihan mengenai penyusun anggaran berbasis kinerja. Peran kadis sangat besar sebab kadis dapat melakukan advokasi dan rasionalisasi. Dinamika Stakeholder saling terkait dan berhubungan baik, hal ini karena keharusan ada koordinasi diantara semuanya saat penyusunan anggaran.

Background. Bali Province's current health development policy is the Healthy Paradigm which focus more on health promotion and prevention actions without disregarding curative and rehabilitative efforts. Health reform was started with the launching of Health Development Plan Towards Healthy Indonesia 2010 and Healthy Bali 2005. This plan made Bali Province, specifically its Health Department, to support the program realization. Hence, budget planning has become an important process in this effort because the Bali Province Health Department still uses incremental approach and line item in its budget planning process. Objectives. To identify human resources' capabilities, the role of Head of Health Department in budget planning process based on activities and the relationship dynamics between stakeholders in Bali Province Health Department. Methods. This is a qualitative study, using descriptive study design to demonstrate or to display the study subjects or objects based on current facts. Data was collected through profound interviews and observations. Interviews result was then grouped based on answers, then transcripts were made, coding, and finally compiled as one meaningful interpretation. Result. The department has more human resources with health technical capability and has not have training regarding budget planning based on activities. Head of Health Department's role was very good during planning process, supervise or monitor the activities. Head of Health Department was also involved in the program supervision and did evaluations, and also advocated and rationalized the occurring problem during the budget planning process. Conclusion. The human resources capabilities is still lack in budget planning based on activities. This was due to unavailable training about budget planning based on activities. Head of Health Department's role was very important, by advocating and rationalizing. Stakeholders dynamics was interconnected and was running well, because there was a obligation to coordinate during the budget planning.

Kata Kunci : Kemampuan SDM,Dinamika hubungan stakeholder,Peran kadikes,Proses penyusunan anggaran, Human resources capabilities, Head of Health Department's role, stakeholders relationship dynamics, budget planning process


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.