Laporkan Masalah

Skenario silvikultur dalam perpektif agroforestri lanskap

ARYONO, WB, Prof. Dr. Ir.M.Sambas Sabarnurdin, M.Sc

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Permasalahan lanskap erat hubungan dengan kondisi biofisik. Isu mengenai ketidak-konektifan praktik pengelolaan lanskap seperti terbentuknya efek area, tepi dan isolasi serta perilaku perubahan kekritisan tutupan, struktur vegetasi dan biodiversitas lanskap perlu untuk diidentifikasi. Belum teridentifikasinya pola perubahan kondisi biofisik dalam kelola agroforestri lanskap menjadi kendala dalam pemantauan dan penciptaan desain lingkungan lanskap. Dalam upaya menggali informasi dasar tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan tutupan vegetasi, pola sebaran vegetasi, struktur vegetasi, konektifitas vegetasi dan biodiversitas di dalam suatu lanskap. Penelitian menggunakan pendekatan pemodelan spasial dan observasional. Lokasi penelitian ini terletak pada daerah aliran sungai Progo di pulau Jawa, Indonesia dengan luas 241.993 ha. Hasil penelitian menyatakan bahwa tutupan vegetasi di lanskap mengalami perubahan fluktuatif, tahun 1992; 2001; 2002; 2005 sebesar 78,6%; 46,2%; 17,1%; 40,2%. Perubahan pola sebaran vegetasi yang membentuk dua karakteristik sebaran, yaitu: teragregasi membentuk spot-spot blok pada dataran rendah dan terdispersi mengikuti alur lereng pada dataran tinggi. Fenomena perubahan keseimbangan struktur vegetasi lanskap cenderung mengarah pada dominasi pembentukkan klas-klas agroforestri awal. Karakteristik perubahan pembentukan berbagai patch dari large patches menjadi small patches memiliki korelasi positif dengan terbentuknya efek tepi dan isolasi tinggi. Perubahan nilai SDI (Shannon Diversity Index) tahun 1992; 2001; 2002; 2005 berfluktuatif, berturut-turut sebesar 0,16; 1,90; 5,33; 2,01, menandakan ketidak-stabilan pola interaksi ekosistem dalam lanskap. Didasarkan dari perubahan tersebut, rekomendasi desain silvikultur diarahkan pada pembentukan zona inti dan koridor konektifitas khususnya woody corridor yang konektif. Skema woody corridor dapat diletakkan pada area alur lereng pada dataran tinggi dan bantaran sungai pada dataran rendah. Skema pemantauan difokuskan dalam menjaga keseimbangan pada prosentase tutupan dan struktur vegetasi lanskap terutama zona inti dan koridor. Skema pemantauan dan pendesainan silvikultur dapat digunakan sebagai atribut tambahan dalam pengelolaan agroforestri lanskap.

The problems on landscape is relating with condition of biophysics. Issue that concerning on un-connectivity of practice agroforestry landscape like the forming of area, edge and isolation effects and also behaviour of land covering, vegetation structure and biodiversity change on landscape are need to identified. Not yet been identified the pattern of change condition of biophysics in practice agroforestry landscape become constraint in monitoring and designing of environmental on landscape. In effort to knowing these information’s, then this research is aim to know land covering, vegetation sparse pattern, vegetation structure, connectivity and biodiversity change on landscape. This research is using spatial modelling and observational approaches. The location is on Progo catchments area, Java, Indonesia with wide 241.993 ha. Research result showed that land covering on landscape is change fluctuates, year 1992; 2001; 2002; 2005 equal to 78,6%; 46,2%; 17,1%; 40,2%. Vegetation sparse pattern is forming two characteristics, which are aggregate that forming block with spots at lowland and disperse following slope gradient at upland. Phenomenon of the changes vegetation structure balancing on landscape is tending to dominated by early classes of agroforestry. Change characteristic of various patch from large patches to small patches have positive correlation with the increase of edge and isolation effects. Value of SDI (Shannon Diversity Index) year 1992; 2001; 2002; 2005 fluctuates, equal to 0,16; 1,90; 5,33; 2,01, show instability of interaction ecosystem on landscape. Based from its change, recommendation of silviculture design aimed to forming of core and corridor zone especially “woody corridor” which is connective. The scheme of woody corridor can be put down in slope gradient area at upland and riparian at lowland. Monitoring scheme focussed in balancing the percentage of land covering and vegetation structure on landscape, especially core and corridor zone. Monitoring and designing of silviculture can used addition of attribute in management agroforestry landscape.

Kata Kunci : Silvikultur,Agroforestri dan lanskap,Perubahan lahan,Silviculture, Agroforestry and Landscape


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.