Evaluasi pertumbuhan tanaman uji keturunan Jati (Tectona grandis L.f.) menggunakan analisis multi kriteria di KPH Ngawi Perhutani Unit II Jawa Timur
KURNIAWAN, Hery, Dr. Ir. Ronggo Sadono
2008 | Tesis | S2 Ilmu KehutananKeunggulan suatu pohon ditentukan berdasarkan kriteria dan indikator tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan produk akhir. Keunggulan di lapangan pada uji keturunan juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama kondisi persaingan. Di sisi lain, persaingan ini tetap diperlukan untuk kepentingan silvikultur dan untuk mengetahui kemampuan bersaing suatu seedlot atau famili yang diuji dalam uji keturunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peringkat keunggulan famili yang digunakan dalam uji keturunan jati berdasarkan analisis multi kriteria. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan deduktif dengan pengambilan data pada petak atau blok uji yang telah ada di lapangan. Pemilihan kriteria dan indikator berdasarkan studi pustaka dengan menitikberatkan pada (1) kriteria dan indikator yang dapat langsung diukur dan diamati di lapangan, (2) sesuai dengan prinsip tujuan pengelolaan serta (3) prinsip dasar silvikultur. Kriteria terpilih adalah kualitas batang, kondisi tajuk dan pertumbuhan tanaman. Masing-masing kriteria diturunkan ke dalam indikator-indikator dan pengukur. Metode perangkingan melibatkan proses perbandingan berpasangan. Rasio kekonsistenan dihitung dan digunakan untuk meyakinkan bahwa perbandingan berpasangan yang kita lakukan sudah konsisten dan dapat diterima. Peringkat sepuluh besar famili-famili yang unggul berdasarkan frekuensi kemunculan dalam 25 persen teratas pada setiap blok, adalah sebagai berikut : seedlot nomer 90 dengan 8 kali, seedlot nomer 11 dan 31 dengan 7 kali, kemudian seedlot nomer 10, 106, 124, 15, 18, 4 dan 46 adalah 6 kali.
A tree family superiority was determined by several criteria and indicators appropriated with the designated end product. Furthermore, the superiority in the field was also influenced by environment factors especially competition. On the other hand, the competition is prescribed silviculture treatment in the progeny test. This research was aimed to determine the rank of tree family in the teak progeny test based on multi criteria analyses. This research was conducted using deductive approach by collecting data on experiment site consisting 10 blocks. The proposed criteria and indicators were based on literature study focusing on (1) simple measurement in the field, (2) principle of management objective and (3) basic principle of silviculture. The selected criteria were stem quality, crown condition and tree growth, and each criteria was derived into indicators and verifiers. The ranking method was done by using multi criteria analyses involving pairwise comparisons. A consistency ratio was computed to ensure that the pairwise comparison are consistent and acceptable. Based on the frequency of appearance in the top 25 percents every block, the top ten superior families were as follows : seedlot number 90 with 8 times, followed by seedlot number 11 and 31 with 7 times, and then seedlot number 10, 106, 124, 15, 18, 4 and 46 with 6 times appearance.
Kata Kunci : Pertumbuhan jati,Multi kriteria,Persaingan,Peringkat,Seedlot, Growth, teak, multi criteria, seedlot, competition, rank