Laporkan Masalah

Pengaruh tingkat defoliasi akibat serangan kutu lilin terhadap produksi getah tusam

WINDYARINI, Eritrina, Prof. Dr. Ir. Sumardi, M.ForSc

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Serangan hama kutu lilin terhadap tusam telah menyebar luas pada beberapa KPH di Jawa. Kutu lilin menyebabkan kerusakan bahkan kematian tajuk tusam dan pada akhirnya mempengaruhi produksi getah yang disadap dari pohonpohon yang terserang. Siklus hidup yang singkat, hama yang persisten, dan nimfa yang progresif menyebabkan serangan terjadi dengan cepat dan meliputi areal yang luas. Metode pengendalian kutu lilin hingga kini belum diformulasikan secara tepat karena keterbatasan informasi tentang karakter kerusakan dan teknik pengendalian. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh defoliasi terhadap produksi getah. Penelitian ini diawali dengan pengamatan terhadap produksi getah dari 30 pohon sampel berumur 11 tahun (KU III) pada bonita 3, dengan variasi tingkat defoliasi akibat serangan kutu lilin di satu petak yang sama. Di sisi lain, sebagai perbandingan juga dilakukan pengamatan produksi getah yang diambil dari 32 pohon sampel pada dua Kelas Umur dan dua bonita yang berbeda, dengan tingkat defoliasi buatan sebesar 0%, 25%, 50%, dan 75%. Parameter produksi getah yang diamati meliputi berat, kadar kotoran, kadar air, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat defoliasi secara signifikan mempengaruhi berat getah pada kedua tahap penelitian. Tingkat defoliasi berkorelasi positif dengan kadar kotoran. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat defoliasi akibat serangan kutu lilin, maka semakin sedikit berat getah bersih yang dihasilkannya. Tingkat defoliasi tidak secara signifikan mempengaruhi kadar air dan warna.

Scale insect has spread on pine plantation of some forest district regions in Java. The sap sucking insect may cause damage even mortality of the crown, and eventually affect resin production tapping from the injured trees. The short life cycle period, persistent scale insect and progressive crawlers causing fast and extensive attack. A control method for scale insect has not been formulated exactly yet, due to lack of information about damage character and technical experience. The research aimed to determine the effect of defoliation on resin production. This research started with an observation on resin production of 30 trees of eleven years old with varying defoliation levels due to scale insect attack from the same compartment. For a comparison, resin production was observed from 32 sample trees from different ages and two different site qualities, which were artificially defoliated at 0%, 25%, 50% and 75%. Resin production was measured in term of total and residual weight, water content and resin color. The result showed that defoliation level significantly influences resin weight both from the first and the second experiments. There was positive correlation between defoliation level and resin residual content. It means that the more the level of crown defoliation due to scale insect attack, the less resin net weight obtained. Nevertheless, defoliation level did not significantly influences water content and resin color.

Kata Kunci : Serangan kutu,Lilin,Defoliasi,Produksi getah,Tusam, scale insect attack, pine, defoliation, resin production


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.