Laporkan Masalah

Pengaruh pemangkasan, jarak tanam dan pencampuran gamal (Gliricidia sepium (Jacq.) Steud.) terhadap pertumbuhan dua jenis tanaman jarak (Jarak pagar (Jatropa curcas L.) dan Jarak kepyar (Ricinus communis L.)

KHOMSATUN, Prof. Dr. Ir. H.Moch. Na'iem, M.Agr

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian budidaya dua jenis tanaman jarak (J. Curcas L. dan R. communis L.) pada pola pencampuran dengan gamal bertujuan untuk : mengetahui perbedaan karakteristik pertumbuhan jarak pagar dan jarak kepyar, mengetahui pengaruh pemangkasan, jarak tanam dan pencampuran gamal terhadap pertumbuhan dua jenis tanaman jarak serta mengetahui interaksi antara pemangkasan dan jarak tanam terhadap dua jenis tanaman jarak pada pola pencampuran dengan gamal. Kegiatan penelitian dilaksanakan selama 21 bulan, yaitu sejak Oktober 2005 sampai Juli 2007. Lokasi berada di Hutan Pendidikan Wanagama I petak 16, yang terletak di Kelurahan Banaran, Kec. Playen, Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta. Rancangan yang digunakan adalah split-split plot untuk masing-masing jenis jarak. Main plot adalah perlakuan pemangkasan (dengan dan tanpa pemangkasan), sub plot adalah jarak tanam (1 x 1 m, 1 x 2 m dan 2 x 2 m) dan subsub plot adalah pencampuran gamal (dengan dan tanpa pencampuran). Blok 3 ,treeplot 8. Tanaman jarak yang digunakan adalah 288 tanaman/jenis. Gamal yang digunakan sebanyak 72 tanaman/jenis dan diletakkan dalam baris di antara tanaman jarak. Analisis varians dan uji LSD dilakukan pada taraf uji 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jarak pagar dan jarak kepyar mempunyai karakteristik pertumbuhan yang berbeda. Jarak pagar mempunyai siklus hidup panjang (lebih dari 16 bulan), lebih tahan kering, awal berbunga dan berbuah lebih lambat. Jarak kepyar mempunyai siklus hidup pendek (+ 4-5 bulan), kurang tahan kering dan mempunyai awal berbunga dan berbuah lebih cepat. (2) Pencampuran gamal berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jarak pagar, sedangkan terhadap jarak kepyar, tidak berpengaruh nyata. (3) Pemangkasan pada jarak pagar diperlukan karena berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi buah, sedangkan terhadap jarak kepyar tidak diperlukan karena menghambat pertumbuhan dan produksi buah. (4) Jarak tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi buah pada jarak pagar. Jarak tanam 1 x 2 m merupakan jarak tanam paling optimal. Pada jarak kepyar, jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi buah. (5) Kombinasi perlakuan yang paling baik untuk jarak pagar adalah perlakuan pemangkasan dan jarak tanam 1 x 2 m, sedangkan pada jarak kepyar, semua kombinasi perlakuan tidak berbeda nyata.

The silviculture research of two species of jarak trees (J. curcas L. and R. communis L.) on intercropping system with gamal was aimed to finding out : identify the different of jarak pagar and jarak kepyar growth caracteristics, identified the effect of coppice treatment, spacing and intercropping with gamal to the growth of two species of jarak trees. The study also would identified the interaction between coppice and spacing treatments on two species of jarak trees on intercropping system with gamal. Research activities was done about 21 months, since October 2005 until July 2007. The Location of research was in Wanagama I forest research, compartement 16, Banaran, Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta. The methodology used split-split plot design for each species of jarak trees. Coppice treaments as main plot, spacing as sub plot and intercropping with gamal as sub-sub plot. The number of block (replication) was 3 with 8 treeplot for each treatments. Total of seedlings of jarak trees and gamal was 288 and 72 for each species. Gamal was planted in row beetween jarak plantation. Data analysis fitted by varians analisis and continued by LSD test (5%). Result of study showed that (1) Jarak pagar and jarak kepyar was have different of growth caracteristic. Jarak pagar can life more than 16 months, more dry resisten, flowering ang fruiting later, but jarak kepyar can life for 4-5 months only, not so dry resisten, flowering and fruiting activity was earlier. (2) Intercropping with gamal was given significant influence for jarak pagar growth, but wasn’t given for jarak kepyar. (3) Coppice method on jarak pagar was needed because positive influence to growth and produce of fruits, but on jarak kepyar wasn’t needed because the growth and produce of fruits was low. (4) Spacing treatments was given significant influence for growth and produce of fruits of jarak pagar, with 1 x 2 m spacing was most optimal, but on jarak kepyar, spacing treatments wasn’t given significant influence. (5) The most good influence of treatments combination on jarak pagar was coppice and 1 x 2 m spacing, but on jarak kepyar, all of treatments combination wasn’t significant influence.

Kata Kunci : Jarak tanam,Pemangkasan,Pencampuran,Gamal,Jarak, coppice, spacing, intercropping


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.