Potensi ekstrak daun Nimba (Azadirachta indica A. Juss) sebagai penghambat pertumbuhan Aspergillus flavus dan produksi aflatoksin pada media sintetik glucose ammonium nitrate
ARIWARDHANI, Dieta, Ir. Suwedo Hadiwiyoto, MS., MPhil
2008 | Tesis | S2 Ilmu dan Teknologi PanganPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya penghambatan dan konsentrasi efektif ekstrak daun nimba terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus dan produksi aflatoksin dalam media sintetik Glucose Ammonium Nitrate. Ekstraksi daun nimba dilakukan menggunakan pelarut etil asetat, air, etanol, etil asetat-etanol (1:1) dan etanol-air (1:1). Komponen aktif azadirachtin dalam estrak dianalisis menggunakan HPLC. Kelima ekstrak masing-masing dengan konsentrasi 1000, 5000 dan 10.000 ppm ditambahkan pada media sintetik cair GAN yang telah diinokulasi Aspergillus flavus. Terjadinya proses penghambatan pertumbuhan Aspergillus flavus ditandai dengan menurunnya jumlah miselia dalam media. Kadar aflatoksin dalam media dari kelima ekstrak diuji menggunakan kit Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Daya penghambatan ditandai dengan menurunnya kadar aflatoksin dalam media. Analisis kromatografi (HPLC) menunjukkan kadar azadirachtin tertinggi terdapat pada ekstrak etanol sebesar 90 ppm, dengan kisaran kadar azadirachtin sebesar 13 hingga 90 ppm. Hasil penelitian menunjukkan kelima ekstrak dapat menghambat pertumbuhan Aspergillus flavus dan juga menghambat produksi aflatoksin. Ekstrak daun nimba yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Aspergillus flavus adalah ekstrak etanol-air. Penghambatan produksi aflatoksin yang efektif oleh ekstrak etanol.
The present study was undertaken in order to observe the effect of various concentrations of neem extract on the growth of Aspergillus flavus and aflatoxin production when the fungi grew on Glucose Ammonium Nitrate (GAN) synthetic medium. The extraction was carried on either organic solvents or water and their combination, and then subjected to chemical evaluation by using HPLC. The extract was enhanced to GAN in order to study its effect to Aspergillus flavus growth and aflatoxin production. The Aspergillus flavus growth inhibition was represented by the counts of mycelial dry weight. The aflatoxin was analysed by the method of Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Results showed the highest content of azadirachtin, i.e., 90 ppm in ethanol extract, with the range of 13 ppm to 90 ppm. The highest inhibition of Aspergillus flavus growth was ethanol-water extract. The highest inhibition of aflatoxin production was ethanol extract.
Kata Kunci : ekstrak daun nimba, Aspergillus flavus, aflatoksin, neem leaf extract, aflatoxin